Kamis, 16 Juni 2016

NILAI AKHIR SEMESTER GENAP (II) PRODI MANAJEMEN STIE YAPIS DOMPU T.A. 2015/2016



SELAMAT ATAS KEBERHASILANNYA MEMPEROLEH NILAI YANG TERBAIK DARI YANG BAIK, DAN
TERUS BELAJAR LAGI BAGI YANG BELUM MENDAPATKAN NILAI YANG BAIK.
"SAYA HANYA MENG-ANGKAKAN HASIL DARI TINGKAT KEHADIRAN, KE-AKTIFAN DALAM BERDISKUSI, PRESENTASI TUGAS, UTS DAN UAS." KEMUDIAN YANG TIDAK KALAH PENTINGNYA SIKAP DALAM PROSES PEMBELAJARAN.

Senin, 30 Mei 2016

TUGAS 1: DISKUSIKAN TENTANG " REVOLUSI HIJAU MASA ORDE BARU"


TUGAS
1. KELOMPOK 7 ( REVOLUSI HIJAU MASA ORDE BARU) MELAKUKAN PRESENTASI
2. MASING –MASING KELOMPOK MEMBUAT RINGKASAN MATERINYA DENGAN FORMAT SEBAGAI BERIKUT;
TOPIK: REVOLUSI HIJAU MASA ORDE BARU
SEMESTER:
PRODI:
KELOMPOK:
KETUA:
ANGGOTA:
3. TULISKAN HASIL DISKUSI

CATATAN

KUMPULKAN KEPADA KETUA TINGKAT.

TUGAS 2 : MATA KULIAH ILMU BUDAYA DASAR

SELASA, 31 MEI 2016

1. TANGGUNG JAWAB TERBAGI MENJADI EMPAT YAKNI TANGGUNG JAWAB, KEPADA KELUARAGA, KEPADA MASYARAKAT, KEPADA BANGSA & NEGARA SERTA KEPADA ALLAH. URAIKAN MASING TANGGUNG JAWAB TERSEBUT DAN JELASKAN APA PERBEDAAN DAN KESAMAANNYA.

2. SETIAP PENGABDIAN SELALU MEMBUTUHAKAN PENGORBANAN BAHKAN TIDAK ADA PENGABDIAN TANPA PENGORBANAN? JELASKAN DAN BERIKAN CONTOH NYATANYA.

3. DALAM MENJALANKAN TANGGUNG JAWABNYA SEBAGAI MAHLUK SOSIAL DITUNTUT AGAR KITA MENGABDIKAN DIRI DEMI KEMAJUAN MASYARAKAT, NAMUN UNTUK MEWUJUDKANNYA MEMBUTUHKAN PENGORBANAN BAIK  HARTA, BENDA, WAKTU, TENAGA, PIKIRAN BAHKAN MUNGKIN NYAWA. KONSEP APAKAH YANG DIMAKSUD DI ATAS? KENAPA!

CATATAN. DIKUMPULKAN KEPADA KETUAN TINGKAT. 

Kamis, 28 April 2016

Percayakan Pada BPS, Presiden Jokowi Tidak Mau Lagi Ada Data Berbeda

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan, salah satu kunci untuk memenangkan kompetisi, persaingan antar negara adalah dengan memiliki data dan informasi yang strategis, akurat dan berkualitas. Sehingga setiap mengambil kebijakan, memformulasikan kebijakan, mengambil keputusan, baik keputusan di sini maupun di lapangan, itu ada data dan informasi yang betul-betul bisa dipegang.
Namun kenyataannya, lanjut Presiden, dari sejak masuk Istana sampai sekarang, kalau dirinya ingin misalnya data kemiskinan, Kementerian Kesehatan ada, Kementerian Sosial ada, BPS ada, datanya berbeda-beda.
“Ini yang mulai sekarang saya tidak mau lagi. Urusan data pegangannya hanya satu sekarang di Badan Pusat Statistik (BPS). Tapi BPS sendiri kalau ngurus data juga yangbener,” kata Presiden Jokowi dalam arahannya pada acara pencanangan Sensus Ekonomi 2016 sekaligus peresmian Pembukaan Rapat Koordinasi Teknis Survei Ekonomi 2016, di Istana Negara, Jakarta, Selasa (26/4) pagi.
Presiden menunjuk contoh data mengenai misalnya produksi beras kita, beda-beda semua. Ia mengaku kesulitan karena datanya meragukan, Kementerian Pertanian seperti ini, Kementerian Perdagangan seperti itu, BPS seperti ini. Lapangannya juga berbeda lagi.
“Inilah kondisi yang harus diakhiri. Sampaikan saja data apa adanya, kalau kita memang harus impor, ya impor, tegas. Kalau kita tidak ya tidak, tegas,” tutur Presiden Jokowi.
Karena itu, Presiden menilai, krusial dan strategisnya peran BPS. Sebab dari data BPS yang akurat akan lahir kebijakan yang efektif, kebijakan yang benar, betul, tidak meleset karena memang datanya betul-betul akurat dan detil.
Presiden juga meminta kepada para pengusaha, baik yang besar, menengah, kecil, maupun mikro, agar memberikan data-data yang benar. Ia menegaskan, bahwa Sensus Ekonomi BPS itu tidak ada urusannya dengan pajak, karena itu tidak usah takut.
“Jadi kalau usahanya, omzetnya 1.000, ya ngomong saja 1.000, kalau 2.000, ya ngomong saja 2.000. Tidak usah didiskon, 2.000 ngomong 1.000. Berikan data kita yang betul, karena ini akan penting sekali  bisa melihat daya saing kita seperti apa, produktivitas kita seperti apa, kondisi industri kecil kita, kondisi pengusaha mikro kita seperti apa, sehingga kebijakan apa yang harus kita jalankan itu akan menjadi semakin jelas,” tutur Kepala Negara seraya mengingatkan, jangan sampai nanti muncul sebuah potret yang salah, potret yang keliru, sehingga kita salah mengambil sebuah kebijakan atau memformulasikan kebijakan.
Bukan Tugas EntengKepada para petugas BPS, Presiden Jokowi mengingatkan bahwa sebuah tugas Sensus Ekonomi 2016 bukan tugas yang enteng, bukan tugas yang mudah. Apalagi sekarang banyak menjamur bisnis berbasis online.
“Fokuslah pada hasil yang ingin kita dapat yaitu potret yang akurat, kondisi dan potensi ekonomi dari wilayah yang paling kecil di pedesaan, naik lagi ke kecamatan, ke kota, ke kabupaten, dan juga dari pengusaha mikro, kecil, menengah, besar, usaha konglomerat, semuanya, potret itu harus kita dapatkan,” pesan Presiden.
Tak lupa, Presiden Jokowi mengucapkan selamat bertugas kepada BPS dan seluruh pendukung Survei Ekonomi 2016 yang mencapai 340.000 petugas lapangan. “Memang sebuah angka yang sangat besar sekali tetapi kalau nanti data yang kita peroleh sebuah data yang detil, yang akurat itulah yang akan kita pakai untuk memformulasikan sebuah kebijakan, baik kebijakan-kebijakan jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang,” tuturnya.
Sensus Ekonomi 2016 ini melibatkan 340.000 petugas lapangan, yang  tersebar di 81.789 desa dan kelurahan. Presiden memerintahkan kepada seluruh Kementerian/Lembaga yang terkait untuk mendukung penuh keberhasilan survei yang akan berlansung pada tangal 1-31 Mei 2016 ini.
Tampak hadir dalam acara tersebut antara lain Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Kepala BPS Suryamin. (DNS/ES)
Oleh: Humas ; Diposkan pada: 26 Apr 2016

Sabtu, 19 Maret 2016

Daya Saing dan Kualitas Individu dalam Membangun Sumber Daya Manusia di ERA Globalisasi

(Orasi Ilmiah apada acara  STKIP Dompu
Oleh Prof. DR. Muh. Basri Wello, M.A; 21 Maret 2016)


Assalamu Aalaikum WW.

Yang saya hormati:
·       BUPATI DOMPTU,
·       KOORDINATOR KOPERTIS WIL. VIII ,
·       Ketua Yayasan Pendidikan  Islam Dompu,
·       Ketua STKIP DOMPU, serta anggota senat
·       dan hadirin sekalian

Puji syukur kita panjatkan kehadirat ASW atas limpahan Rahmat dan Karunianya sehingga pada hari ini kita semua dapat hadir pada acara wisuda STKIP DOMPU

Pertama-tama saya ingin menyampaikan terima kasih atas penghargaan dan kehormatan yang diberikan kepada saya untuk membawakan orasi ilmiah pada cara wisuda STKIP Yapis Dompu angkatan III pada hari ini

BPK/IBU serta HADIRIN SEKALIAN YG SAYA MULIAKAN!

Pesatnya perkembangan teknologi informasi merupakan salah satu ciri utama perkembangan global di abad 21. Siap atau tidak siap, suka atau tidak suka hal itu merupakan satu realitas yang harus dihadapi dengan kualitas sumber daya manusia yang berdaya saing unggul. Menghadapi berbagai perubahan di era globalisasi diperlukan sumber daya manusia yang memiliki kualitas keberdayaan yang lebih efektif agar mampu mengatasi berbagai tantangan yang timbul dalam mengemban tugas sehari-hari yang lebih profesional.

Dalam era globalisasi setiap orang dituntut untuk mampu mengatasi berbagai masalah yang kompleks sebagai akibat pengaruh perubahan global. Menurut Marquardt (1996) memasuki Abad ke-21 ada empat kecenderungan perubahan yang akan mempengaruhi pola-pola kehidupan yaitu:
1). Perubahan lingkungan ekonomi, sosial dan  pengetahuan dan teknologi;
2). Perubahan dalam lingkungan, ekonomi, sosial dan budaya.
3). Perubahan dalam harapan pelanggan.
4). Perubahan para pekerja (employbility skills)

Pada tatanan global seluruh umat manusia di dunia dihadapkan pada tantangan yang bersumber dari perkembangan sebagai akibat pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan  dan teknologi. Robert B. Tucker (2001) mengindentifikasi adanya sepuluh tantangan di abad 21 yaitu  1). Kecepatan (Speed), 2). Kenyamanan (convinience), 3). Gelombang generasi (Age Wave), 4). Pilihan (Choice), 5). Ragam gaya hidup (life style), 6). Kompetisi harga (discounting), 7). Pertambahan nilai (value added), 8). Pelayanan pelanggan (customer service), 9). Teknologi sebagai andalan (techno age), 10). Jaminan mutu (quality control).

Wisudawan serta hadirin sekalian yang saya Hormati .

Di Era globalisasi ini kita menghadapi    tiga kekuatan utama yang menguasai dunia kita  yaitu kekuatan yg telah mampu mengubah segala sesuatu yg mereka sentuh dan menciptakan peluang2 yg tak terbatas besarnya bagi segelintir orang yg kreatif. Ketiga kekuatan ini adalah pertumbuhan yg luar biasa pada informasi, teknologi dan kompetisi sebagai berikut:
1.    Informasi dan ledakan pengetahuan
Revolusi informasi, yang terjadi bersamaan dengan laju proses informasi komputer, internet, dan komunikasi nirkabel, telah membuat ilmu pengetahuan di segala bidang berkembang biak dua kali lipat setiap dua atau tiga tahun. Hampir 90 persen pemikir, penemu, insinyur, ilmuan, penulis, pengusaha, pencipta alam segala bidang yang pernah ada di dunia ini, hidup dan masih bekerja pada zaman sekarang. Hasil kerja mereka nyaris secara langsung dapat di pergunakan oleh ilmuwan yang lain sehingga keluaran akhir yang di peroleh dari proses pengetahuan ini dapat berlipat dua atau bahkan tiga.
2.    Kemajuan Teknologi
Ledakan dalam bidang teknologi dan komputer berkecepatan tinggi benar-benar mencengangkan. Sekarang, Anda dapat mengirmkan sebuah pesan e-mail keseluruh dunia dalam berlusin-lusin, beratus-ratus, bahkan beribu-ribu kepada orang secara simultan, dalam waktu hanya dalam beberapa detik. Dan dengan biaya yang sangat rendah. World Wide Web telah memberikan Anda akses kepada sepuluh juta pengguna Internet yang lain, juga pada kumpulan yang di simpan di lebih dari 50.000 perpustakaan dan institusi-institusi penelitian di dunia. Transmisi data secara instant membuat pasar uang mampu mengerakan satu triliun dolar dalam sehari, kadang dalam hitungan detik sehingga membuat Negara-negara menjadi kewalahan dalam mengendalikan mata uang dan perekonomian mereka.
          Pada abad ke-21 ini, hampir setiap orang telah  memiliki sebuah komputer laptop dan atau HP yang di lengkapi dengan microchip yang mampu mengakses dan atau memproses satu miliar informasi dalam satuan detik. Komputer ini memiliki sebuah baterai yang berdaya hidup panjang dan sebuah telepon genggam yang tertanam di dalamnya, tersambung pada sel-sel dan satelit-satelit yang membuat Anda mampu berkomunikasi secara langsung dengan hampir siapa saja dan di mana saja di dunia ini. Anda akan memiliki sebuah nomor pribadi yang memungkinkan siapa saja di dunia ini menghubungi Anda, di mana pun Anda berada, entah mereka tahu atau tidak di Negara mana Anda berada saat itu.
3.    Kompetisi yang semakin berkembang
Faktor utama yang ketiga yang telah mengendalikan kehidupan kita adalah adanya kompetisi. Setiap organisasi bisnis ingin menjual sebanyak-banyaknya dan mendapatkan keuntungan bagi mereka secara local, nasional, maupun internasional, jika mungkin. Agar mampu bertahan dan berkembang, setiap orang dan setiap usaha bisnis harus terus-menerus mencari berbagai cara yang lebih cepat, lebih baik, lebih baru, lebih murah, dan lebih mudah dalam menciptakan nilai bagi para pelanggan mereka.
          Setiap kemajuan yang terjadi dalam ilmu pengetahuan dan teknologi akan menciptakan peluang-peluang baru yang dapat dengan mudah direbut dan dilarikan oleh para pesaing yang lebih lincah. Dengan peluang-peluang tersebut, mereka kemudian menciptakan produk-produk dan jasa-jasa baru kemudian susul-menyusul dengan pesaing yang lain di pasaran. 
Sehubungan dgn semakin meningkatnya persaingan dlam berbagai aspek kehidupan sehari-hari maka untuk mengantisiapai hal tersebut harus senantiasa memusatkan perhatian pada peningkatan kualitas, daya saing dan pencitraan perguruan tinggi,   untuk menghasilkan lulusan2 yang memiliki karakter yang kuat, daya saing yang tinggi shg mereka dapat senantiasa menyesuaikan didri dengan tantangan global yang akan terjadi baik dalam lingkup kerja mereka maupun dalam keghidupan sehari-hari. Lulusan  STKIP yang telah diperiapkan menjadi guru  harus siap dan mampu memanfaatkan  peluang2 yg ada dalam dunia kerja di berbagai bidang dan jenjang.
 Sebagai penyandang gelar sarjana kalian semua  harus mampu menunjukkan  kualitas akademik anda  sperti cara berfikir  anda  lebih konseptual dan lebih terstruktur. Tunjukkan bahwa standar kinerja dan tingkat employbilitas anda   lebih profesional dibanding  dengan apa yang   dimiliki oleh mereka yang  pendidikannya  lebih rendah  terutama dalam hal-hal perilaku, karakter dan etos kerja sperti::
1.    dapat bekerjasama dalam tim (teamwork)
2.    mampu berkomunikasi lisan dan tulisan
3.    mampu menghadapi pekerjaan yg mendesak
4.    mampu bekerja dibawah tekanan
5.    memiliki ”great sense of services” 
6.    mampu beradaptasi dgn cepat
7.    memiliki inisiatif dgn sikap dan integritas pada pekerjaan
8.    jujur, innovatif, kreatif, dan preoduktif
9.    mampu bekerja mandiri
10.                       memiliki kepemimpinan yg baik
11.                       bertanggun jawab dan memiliki komitmen terhadap pekerjaan
12.                       memiliki motivasi dan antusias dlm bekerja




Hadirin sekalian yang saya hormati!
 Untuk memilikiki standar knierja  yang   berkarakter dan berdaya saing tinggi, mulai dari sekarang harus merobah orientasi berfikir saudara sausara seperti apa yang Brian Tracy (2007) kemukakan  dalam TUJUH langkah orientasi berpikir menuju performance yg tinggi SBB:
1.    Berpikir tentang masa depan (future orientation)
Orang yg  berfikirpositif adalah mereka yg berorientasi ke masa depan . Mereka selalu berpikir dan berbicara tentang kemana tujuan mereka dan menciptakan sebuah visi masa depan yg jelas dan menarik tentang  apa saja yang mungkin bagi mereka.
2.    Berpikir tentang sasaran-saran anda (how to make a dream come true)
Begitu mereka memimpikan dan membayangkan visi masa depan idealnya,  mereka mengolahnya sedemikian rupa sehingga menjadi sasaran-sasaran dan perencanaan yg jelas dan tertulis yang kemudian dikerjakan setiap waktu.
3.    Berpikir tentang kesempurnaan
Mereka bertekad untuk dapat menjadi terbaik dalam segala sesuatu yang mereka lakukan, bertekad mergabung dgn 10 persen terbaik dalam bidang mrk, apapun itu oleh karena itu mereka  mengembangkan diri setiap hari  dan menetapkan standar kinerja sempurna bagi diri mereka.( whatever you do, be a good one)
4.    Berpikir tentang solusi (motivation; self and others)
Selalu berorientasi pada pemecahan masalah atau solusi ketimbang berbicara tentang masalah . Masalah tidak dipandang sebagai hambatan melainkan tantangan untuk lebih maju. Sehingga senantiasa berorientasi pada metode-metode berpikir kreatif yang dapat menyulut kreatifitas mereka dan orang2 sekeliling mrk.
5.    Berpikir tentang hasil
Orang yg sukses dan bahagia adalah mereka yg secara serius  dan hati2 merlakukan perencanaan dimuka setiap hari ttg apa-apa yg menjadi proritas mereka shingga lebih produktif, efisien dan efektif. Mereka akan menyelesaikan pekerjaan lebih banyak dan lebih baik dan senantiasa ingin berkontribusi yg lebih besar pd pekerjaan dan lembaga/perusahaan mereka (time management)
6.    Berpikir tentang pertumbuhan 
Orang yg berprestasi   tinggi adalah mereka yg senantiasa mau belajar,  membaca, mendengarkan program audio, mengikuti kursus2 serta berbagai seminar. Karena mereka tahu bahwa masa depan yg cemerlang adalah milik orang2  yg kompeten  dan mengetahui lebih banyak (informasi) dari pada pesaing mereka. (information era)
7.    Berpikir iuntuk bertindak
Berorientasi pada tindakan adalah hal yg amat penting, Kita harus selalu berpikir apa yg dapat dilakukan sekarang ini agar dptbergerak lebih cepat menuju sasaran kita simasa datang, selalu bekerja tanpa menunda-nunda, menganggap segala sesuatu bersifat mendesak. Mengerjakan lebih banyak jenis pekerjaan dan mapum melakukan pekerjaan daripada orang kebanyakan merupakan nilai yg mereka pegang teguh. (do more, work faster and better to meet deadline)
Bpk/Ibu serta Hadiri sekalian yang saya hormati!
          Lulusan PT utamanya lulusan  seperti saudara sekalian diharapkan menjadi sarjana dan calon guru yang kompetent dan mampu melaksanakan tugas yang di berikan kepadanya sebagaiseorang profesional (kompetent, integritas, be able to deliver task) berdaya saing tinggi dan memilki kualitas sbb:
1. ABILTIY
          Memiliki kemampuan akademik dan kompetensi utk melakasanakan tugas yg di emban, innovative, creative, lebih konseptual dlm menyelesaikan masalah dan konflik- diswekitaernya (internal-eksternal)
.        
2. PERFORMANCE
          Mampu beradaptasi, bersika assertif, mau medengar org lain,mampu berkomunikasi lisan dgn bhs yang santun dan ramah,memiliki ketahanan mental menghadapai kegagalan, cepat bangkit dari kesulitan,percaya diri, mampu bekerjasama dgn org lain, senantiasa ingin berkontribusi kepd lembaga.

3. PERSONALITY
          Simpatik, santun dan ramah, respek pada orang lain, taat pada aturan,tdk mudah menyalahkan orang lain, senantiasa enjadi contoh bagi lingkungan sekitar.
4. MATURITY
          Memiliki kematangan emosional (menjaga keseimbangan rasio dan perasaan), mampu mengelola rasa marah, sakit hati dan pertentangan dgn aman, memiliki kematangan pisik dan kematangan berfikir, penuh  pertimbangan sebelum bertindak, terutama  konsekuensi yg mmungkin terjadi.

5. CREDIBILITY
          Berkomitmen tinggi, disiplin, percaya diri, mandiri, jujur, dan tepat janji,tdk mengambil manfaat dari org lain.
Wisudawan wisudawati yang sy banggakan.
Anda semuaadalh genrasi masa depan bangsa, oleh karena itu kalian semua hrus harus yakin dan siap menjadi  calon pemimpin masa depan bangsa  yang mampu menghadapi tantangan-tantangan global. Dan ingat bahwa calon pemimpin masa depan    adalah mereka yang memiliki kemampuan-kemampuan yang mulai sekarang anda harus  latih danpersiapkan karena seorang pemimpin bukan saja di lahirkan, tetapi juga harus di persiapkan (HH Humphery).
Adapun  karkteristik pemimpin masa depan adalah sbb:
1.    Memiliki mimpi, visi dan harapan kedepann
2.    mampu merumuskan indikator2 kinerja
3.    mampu memotivasi org lain dan mengolah konflik internal.
4.    mampu membuat jaringan kerja / networking.
5.    innovative, creative dan terbuka
6.    sabar, tekun , bekerja kera,didsiplin , bertanggung jawab dan cepat bangkit dr kesulitan/kegagalan
7.    bersedia berkorban materil / tdk mengumpulkan materil semata, bekerja dgn keras, cerdas, tuntas dan bekerja dgn ihlas, tdk mementingkan diri sendiri.

Hadirin sekalian yang saya hormati,
 Sebagai penutup dari orasi ilmiah ini , saya dan kita semua berharap bahwa srjana_sarjana yang kita wisuda pada hari ini akan menjadi generasi harapan bangsa yang harus mampu meneruskan nilai-nilai leluhur dan karakter bangsa kita, memiliki daya saing dan etos kerja yang kuat dengan kualitas diri yang terdiri dari, keahlian, kesalehan dan keterampilan berkomunikasi yang baik yang saya gambarkan sbb:
Keahlian. Keahlian di sini maksudnya adalah kemampuan kita dalam menerapkan pengetahuan, menggunakan informasi, dan pengalaman dalam bekerja dan terbukti bisa memperbaiki kinerja. Kalau kita hanya tahu, itu belum ahli. Kalau kita hanya pernah mengalami, itu juga belum ahli. Keahlian yang perlu kita tingkatkan adalah keahlian mental (mental skill) dan keahlian kerja (job skill). Orang-orang yang memiliki emploibilitas tinggi itu selalu memiliki dua hal kembar, yaitu will power (kemauan, komitmen, dll). yang kuat dan skill power (keahlian, pengetahuan dan pengalaman, dst.) yang bagus.
Kesalehan. Kesalehan di sini adalah akhlak moral yang didasarkan pada nilai-nilai kebenaran. Jika keahlian berfungsi untuk meningkatkan emploibilitas, maka kesalehan berfungsi untuk menjaga langkah kita supaya tetap aman. Jika kita hanya ahli, karir kita memang naik, namun rawan jatuh. Sebaliknya, jika akhlak moral kita saja yang bagus, karir kita hanya aman, namun tidak naik. Supaya naik dan aman, perlu keahlian dan kesalehan.
Komunikasi. Komunikasi di sini adalah berbagai aktivitas yang kita lakukan untuk menjalin interaksi atau relasi dengan orang lain. Biarpun keahlian kita bagus, kesalehan kita bagus, namun kalau jaringan kita sempit, apa mungkin emploibilitas kita meningkat? Berbagai studi membuktikan, kemajuan karir seseorang itu sangat erat dengan kemampuannya dalam menjalin interaksi, relasi, atau sinergi. Di negara yang sudah se-high-tech seperti Amerika saja, sebagian besar pekerja mendapatkan peluangnya dari manusia (relasi, interaksi, referensi), bukan dari media atau teknologi.
Demikian apa saya sempat sampaikan pada orasi ilmiah semoga bermanfaat adanya, dan Saya ucapkan selamat kepada Ketua Yayasan, Ketua STKIP serta semua wisudawan beserta seluruh Keluarga , semoga sukses selalu lebih dan kurangnya, mohon dimaafkan.


Sekian dan terima kasih.
Wabillahi taufik walhidaya , ww.













Referensi
Dale Carnegie Training. 2009. The 5 Essential People Skills. Simon and Schuster. N.Y
Heller R. 1998. Motivating People. Dorling Kindersley Limited. London
 Klaus, P. 2007. The Hard Truth about Soft Skills. Harper Collins Publisher. New York.
Mackey, Sue dan Laura Tonlin.2005. Living Well, Working Smart; Soft sSills for Success. Book Publishers Netowrk. Bothel,WA.
Nasution, A.H., 2006. Creative Thinking. Penerbit Andi. Jogyakarta.
Neff, TJ dan J.M. Citrin. 2001. Lesson from The Top. Doubleday Business. New York.
Prijosaksono, A. M. Marlan. 2005. The Power of Transformation. Penerbit Elex Media Komputindo. Jakarta.
Prijosaksono, A., dan P. Hartono. 2002. Make Yourself A Leader. Penerbit Elex Media Komputindo. Jakarta.
Putra, I.S. dan Pratiwi A. 2005. Sukses dengan Soft Skills. Direktorat Pendidikan ITB. Bandung.
Quilliam, S. 2003. Positive Thinking. Dorling Kindersley Limited. London.
Samani, M. 2007. Menggagas Pendidikan Bermakna. Penerbit SIC. Surabaya.
Saila, Illa. 2009. Soft skills dalam student Center Learning
Suhardjono, 2002. Pengantar Pembelajaran Afektif. Lembaga Penerbitan Fakultas Pertanian. Universitas Brawijaya.  Malang.
Wello, M. Basri, dkk.2009. Cerdas Soft Skills.  Badouse Media. Jakarta
 ------------------------------.2009. Soft skills; Panduan Bagi Bidan dan Perawat.Badouse Media. Jakarta
--------------------------------..2010. Soft Skills untuk Pendidik. Badouse Media. Jakarta
_____________________2015. Interpersonal Skills: Membangun Karakter and Pribadi Unggul. Badan Penerbit UNM, Makassar





















Riwayat Hidup SIngkat

Prof. DR.Muhammad Basri Wello, M.A., Guru Besar pada prodi Business  English, Fakultas Bahasa dan Sastra, Universitas Negri Makasaar (UNM), lahir pada tanggal 5 Nopember 1953 di Maroangin, Kab Enrekang , Slawesi Selatan. Pendidikan Sekolah Dasar di selesaikan pada tahun 1964, SMP (1967) di Maroangin, SPG (1967) di Rappang, Sidrap.
Basri wello memperoleh gelar Sarjana Muda (B.A.), 1974 dan  Sarjana Lengkap (Drs.), 1977 dari Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris FKSS-IKIP Ujungpandang. Pada tahun 1985, dengan   beasiswa Fulbright USAID melanjutkan studi S2 ke Kansas University di Amerika Serikat dan memperoleh gelar Master of Arts (M.A.) dalam bidang Curriculumn & Instruction /TESOL  (1987). Gelar Doktor (cummlaude) dalam bidang Linguistik/English Language Studies diperoleh dari Penn State Uvinersity/Universitas Hasanuddin Makassar (1999).
Pada tahun 1994 dia mengikuti short course  “Teaching English for Business and Technology” di RELC Singapura , dan pada tahun 1996 mengikuti program Professional Development dalam bidang “Higher Education Management”di Penn State UniversityAmerika Serikat dengan besiswa HHH, Humphery Fellowship, USAID , AS dan pada tahun yang sama dia menyelesaikan program diploma “Business English” dari Manchester Business Training Limited dengan predikat “DISTINCTION”. Pada tahun 1992, mengikuti Short Course dalam bidang Teching English in Large Classes di Leed,  England.

Disamping berkarier sebagi pengajar Basri Wello juga telah menduduki beberapa tugas manajerial seperti Kajur Pendidikan Bahasa Inggeris FBS UNM, (1999-2000) Pembantu Dekan III FBS UNM  1990-1996, PUREK III 2000-2004 dan PUREK IV UNM 2004-2008, serta Koordinator KOPERTIS Wilayah IX Sulawesi 2008-2012. Pada saat ini beliau masih aktif sebagai pengajar pada Jurusan Bahasa Inggris FBS-UNM  ( D3, S1, S2, dan S3) dan sejak tahun 2007 beliau juga aktif sebagai “Consultant on Call sebagai Education Specialist dan Senior Researcher pada beberapa NGO Amerika Serikat dan Indonesia ( SCECID, The Mitche Group, JBS International yang berpusat di Washuington, D.C dan Pungoijo di Jakarta ). Beberapa buku  yang telah diterbitkan, Kamus Business English, An Introduction to ESP: Foundation of English for Specific Purposes, Business English Vocabulary 1dan terakhir adalah buku Interpersonal Skill yang diterbit oleh Badan Penerbit Univ, negri Makassar, 2015 sebagai (co-author) juga telah menulis buku  Soft Skills; seperti Membangun Pribadi Unggul, Soft Skills: Panduan untuk Bidan dan Perawat, Soft Skills untuk Pendidik,  Pendidikan Karakter yang semuanya diterbitkan oleh Badouse Media Jakarta 

Rabu, 24 Februari 2016

IMPLEMENTASI IMAN DAN TAQWA DALAM KEHIDUPAN MODERN

A. Pengertian Iman dan Taqwa
Iman yang berarti percaya menunjuk sikap batin yang terletak dalam hati.
Secara sempurna pengertiannya adalah membenarkan (mempercayai) Allah dan segala apa yang  datang dari pada-Nya sebagai wahyu melalui rasul-rasul-Nya dengan kalbu, mengikrarkan dengan lisan dan mengerjakan dengan perbuatan.
Taqwa adalah sikap abstrak yang tertanam dalam hati setiap muslim, yang aplikasinya berhubungan dengan syariat agama dan kehidupan sosial. Seorang muslim yang bertaqwa pasti selalu berusaha melaksanakan perintah Tuhannya dan menjauhi segala laranganNya dalam kehidupan ini.
B. Wujud Iman dan Taqwa
Akidah Islam dalam al-Quran disebut iman. Iman bukan hanya berarti percaya melainkan keyakinan yang mendorong seorang muslim untuk berbuat. Oleh karena itu lapangan iman sangat luas.
Akidah Islam atau iman mengikat seorang muslim, sehingga ia terikat dengan aturan hukum yang datang dari Islam. Oleh karena itu menjadi seorang muslim berarti meyakini dan melaksanakan segala sesuatu yang diatur dalam ajaran Islam.
Menjaga mata, telinga, pikiran, hati dan perbuatan dari hal-hal yang dilarang agama, merupakan salah satu bentuk wujud seorang muslim yang bertaqwa. Karena taqwa adalah sebaik–baik bekal yang harus kita peroleh dalam mengarungi kehidupan dunia
C. Proses terbentuknya Iman
Pada dasarnya, proses pembentukan iman. Diawali dengan proses perkenalan, mengenal ajaran Allah adalah langkah awal dalam mencapai iman kepada Allah. Jika seseorang tidak mengenal ajaran Allah maka orang tersebut tidak mungkin beriman kepada Allah.
Disamping proses pengenalan, proses pembiasaan juga perlu diperhatikan, karena tanpa pembiasaan, seseorang bisa saja seorang yang benci menjadi senang. Seorang anak harus dibiasakan terhadap apa yang diperintahkan Allah dan menjahui larangan Allah agar kelak nanti terampil melaksanakan ajaran Allah.
D. Korelasi Keimanan dan Ketakwaan
Keimanan pada keesaan Allah yang dikenal dengan istilah tauhid dibagi menjadi dua yaitu tauhid teoritis dan tauhid praktis.
Tauhid teoritis adalah tauhid yang membahas tentang keesaan Zat, sifat dan Perbuatan Tuhan. Adapun tauhid praktis yang disebut juga tauhid ibadah berhubungan dengan amal dan ibadah manusia.
Tauhid praktis merupakan penerapan dari tauhid toritis. Seperti dengan kata lain, tidak ada yang disembah selain Allah , atau yang wajib disembah hanyalah Allah semata yang menjadikan-Nya tempat tumpuhan hati dan tujuan gerak langkah. Oleh karena itu seseorang baru dinyatakan beriman dan bertakwa, apabila sudah mengucapkan kalimat tahuid dan dengan mengamalkan semua perintah Allah dan menjahui larangannya.
E. Implementasi Iman dan Takwa
Problematika, Tantangan, dan Risiko dalam Kehidupan Modern
Masalah sosial budaya merupakan masalah alam pikiran dan realitas hidup masyarakat. Alam pikiran bangsa Indonesia adalah majemuk, sehingga pergaulan hidupnya selalu dipenuhi konflik dengan sesama orang Islam maupun dengan non-Islam.
Pada zaman modern ini, dimungkinkan sebagian masyarakat antara yang satu dengan yang lainnya saling bermusuhan, yaitu ada ancaman kehancuran.
Adaptasi modernisme, kendatipun tidak secara total yang dilakukan bangsa Indonesia selama ini, telah menempatkan bangsa Indonesia menjadikan bangsa Indonesia menjadi pengkhayal. Oleh karena itu, kehidupannya selalu terombang-ambing.
Secara ekonomi bangsa Indonesia semakin tambah terpuruk. Hal ini karena di adaptasinya sistem kapitalisme dan melahirkan korupsi besar-besaran. Sedangkan di bidang politik, selalu muncul konflik di antara partai dan semakin jauhnya anggota parlemen dengan nilai-nilai qur’ani, karena pragmatis dan oportunis.
Di bidang sosial banyak munculnya masalah. Berbagai tindakan kriminal sering terjadi dan pelanggaran terhadap norma-norma bisa dilakukan oleh anggota masyarakat. Lebih memprihatinkan lagi adalah penyalagunaan NARKOBA oleh anak-anak sekolah, mahasiswa, serta masyarakat.
Persoalan itu muncul, karena wawasan ilmunya salah, sedang ilmu merupakan roh yang menggerakan dan mewarnai budaya. Hal itu menjadi tantangan yang amat berat dan menimbulkan tekanan.
Sebagian besar permasalahan sekarang adalah bahwa umat islam berada dalam kehidupan modern yang serba mudah, serba bisa, bahkan cenderung serba boleh. Setiap detik dalam kehidupan umat islam selalu berhadapan dengan hal-hal yang dilarang agamanya akan tetapi sangat menarik naluri kemanusiaanya, ditambah lagi kondisi religius yang kurang mendukung.
Keadaan seperti ini sangat berbeda dengan kondisi umat islam terdahulu yang kental dalam kehidupan beragama dan situasi zaman pada waktu itu yang cukup mendukung kualitas iman seseorang. Oleh karenanya dirasa perlu mewujudkan satu konsep khusus mengenai pelatihan individu muslim menuju sikap taqwa sebagai tongkat penuntun yang dapat digunakan (dipahami) muslim siapapun. Karena realitas membuktikan bahwa sosialisasi taqwa sekarang, baik yang berbentuk syariat seperti puasa dan lain-lain atau bentuk normatif seperti himbauan khatib dan lain-lain terlihat kurang mengena, ini dikarenakan beberapa faktor, diantaranya :
Muslim yang bersangkutan belum paham betul makna dari taqwa itu sendiri, sehingga membuatnya enggan untuk memulai,
  •   Ketidaktahuannya tentang bagaimana, darimana dan kapan dia harus mulai merilis sikap taqwa,
  •   Kondisi sosial dimana dia hidup tidak mendukung dirinya dalam membangun sikap taqwa.
Oleh karenanya setiap individu muslim harus paham pos – pos alternatif yang harus dilaluinya, diantaranya yang paling awal dan utama adalah gadhul bashar (memalingkan pandangan), karena pandangan (dalam arti mata dan telinga) adalah awal dari segala tindakan, penglihatan atau pendengaran yang ditangkap oleh panca indera kemudian diteruskan ke otak lalu direfleksikan oleh anggota tubuh dan akhirnya berimbas ke hati sebagai tempat bersemayam taqwa.
Untuk membebaskan bangsa Indonesia dari persoalan tersebut, perlu diadakan revolusi pandangan. Dalam kaitan ini, iman dan takwa berperan menyelesaikan problema dan tantangan kehidupan modern tersebut.
F. Peran Iman dan Takwa dalam Menjawab Problema dan Tantangan Kehidupan Modern
  •       Iman melenyapkan kepercayaan pada kekuasaan benda
  •       Iman menanamkan semangat berani menghadapi maut
  •       Iman menanamkan sikap self help (percaya diri) dalam kehidupan
  •       Iman memberikan ketenangan jiwa
  •       Iman memberikan kehidupan yang baik
  •       Iman melahirkan sikap ikhlas dan konsekuen
  •       Iman memberikan keberuntungan
  •       Iman mencegah penyakit
II. KESIMPULAN
Hubungan religiusitas dan modernisasi (industrialisasi) merupakan persoalan rumit yang banyak menimbulkan kontroversi, khususnya di kalangan ilmuwan sosial. Suatu ungkapan yang hampir menjadi stereotip dalam percakapan sehari-hari menggambarkan seolah-olah agama merupakan hambatan terhadap proses modernisasi dan industrialisasi. Meskipun pada beberapa kasus mungkin asumsi itu benar, misalnya ada agama yang menentang program Keluarga Berencana (KB) padahal menurut para ahli mutlak diperlukan di negara-negara berkembang. Tetapi generalisasi bahwa agama merupakan rintangan modernisasi dan industrialisasi tidak dapat dibenarkan.
Dengan adanya hubungan yang dinamis antara agama dan modernitas, maka diperlukan upaya untuk menyeimbangkan pemahaman orang terhadap agama dan modernitas. Pemahaman orang terhadap agama akan melahirkan sikap keimananan dan ketaqwaan (Imtaq), sedang penguasaan orang terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) di era modernisasi dan industrialisasi mutlak diperlukan. Dengan demikian sesungguhnya yang diperlukan di era modern ini tidak lain adalah penguasaan terhadap Imtaq dan Iptek sekaligus. Salah satu usaha untuk merealisasikan pemahaman Imtaq dan penguasaan Iptek sekaligus adalah melalui jalur pendidikan. Dalam konteks inilah pendidikan sebagai sebuah sistem harus didesain sedemikian rupa guna memproduk manusia yang seutuhnya. Yakni manusia yang tidak hanya menguasai Iptek melainkan juga mampu memahami ajaran agama sekaligus mengimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Dari uraian pembahasan yang telah diutarakan, kiranya dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut;
Pertama, perana agama pada masa modern dirasakan masih sangat penting, bahkan menunjukkan gejala peningkatan. Fenomena kebangkitan agama di antaranya dapat diamati dari maraknya kegiatan-kegiatan keagamaan dan larisnya buku-buku agama. Fenomena ini setidaknya dipengaruhi oleh beberapa hal seperti adanya kesadaran providensi setiap individu, ketidakberhasilan modernisasi dan industrialisasi dalam mewujudkan kehidupan yang lebih bermakna (meaningful). Di samping itu, kegagalan organized religions dalam mewujudkan agama yang bercorak humanistik, juga disinyalir turut mendorong praktik spiritualitas era modern.
Kedua, agama tetap akan memegang peranan penting di masa mendatang, terutama dalam memberikan landasan moral bagi perkembangan sains dan teknologi. Dalam kaitan ini perlu ditekankan pentingnya usaha mengharmoniskan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) dengan agama (Imtaq). Iptek harus selalu dilandasi oleh nilai-nilai moral-agama agara tidak bersifat destruktif terhadap nilai-nilai kemanusiaan (dehumanisasi). Sedangkan ajaran agama harus didekatkan dengan konteks modernitas, sehingga dapat bersifat kompatibel dengan segala waktu dan tempat.
Pada dasarnya dalam kehidupan modern, kita sebagai manusia tidak bisa terlepas dari iman dan taqwa. Karena dengan kita beriman dan bertaqwa, kita dapat mencegah dan menyelamatkan diri dari hal-hal yang menyesatkan atau dari segala sesuatu yang tidak baik.  Selain itu, kita juga dapat menentukan apakah modernisasi tersebut dianggap sebagai suatu kemajuan atau tidak, dipandang bermanfaat atau tidak, diperlukan atau sebaliknya perlu dihindari.
III. DAFTAR PUSTAKA
Abdiansyah, Septian (2010). Keimanan dan Ketaqwaan. Fromhttp://tugaskuliahseptian.blogspot.com/2010/06/keimanan-dan-ketakwaan.html, 25 September 1010.
Abidin, Buya Masoed (2008). Pemantapan Iman dan Taqwa. Fromhttp://Buyamasoedabidin.wordpress.com/2008/05/24/pemantapan-iman-dan-taqwa, 25 September 2010.
Abubakar(2010). Taqwa. Form http://abubakar39.tripod.com/id15.html, 25 September 2010.
Ainasabila(2010). Iman dan Taqwa Jalan Menuju Kemenangan. Fromhttp://ainasabila.wordpress.com/2010/08/12/iman-dan-taqwa-jalan-menuju-kemenangan, 25 September 2010.
Alim, Syahirul dkk. 1995. Islam untuk Disiplin Ilmu Pengetahuan Alam dan Teknologi. Jakarta: Departemen Agama RI.
Biyanto(2010). Paradigma Spiritualitas Era Modern. From http://ush.sunan-ampel.ac.id/?p=796, 25 September 2010.
Palawi, Kencana S., Guritno, Sri. 1997. Pergeseran Interpretasi terhadap Nilai-Nilai Keagamaan di Kawasan Industri.Jakarta: CV. Bupara Nugraha.
Susantimansa(2010). Pengaruh Iptek dan Imtaq. From http://susantimansa.wordpress.com/2010/08/21/pengaruh-iptek-dan-imtaq, 25 September 2010.
Sumber: https://punyanyavika.wordpress.com/2011/08/22/implementasi-iman-dan-taqwa-dalam-kehidupan-modern/