Minggu, 12 Februari 2017
Selasa, 31 Januari 2017
Indikator Pembangunan Daerah
|
Basis/ Fokus
|
Kelompok
|
Indikator-indikator
operasional
|
|
Tujuan
Pembangunan
|
1. Produktivitas,
efisiensi, dan pertumbuhan (Growth)
|
a. Pendapatan
wilayah (PDRB, PDRB per kapita, pertumbuhan PDRB)
b. Kelayakan
financial/ ekonomi (NVP, BCR, IRR, BEP)
c. Spesialisasi,
keunggulan komparatif/ kompetitif (Location
Quotient, Shift Share Analysis)
d. Produktivitas
produk unggulan
|
|
2. Pemerataan,
keberimbangan, dan keadilan (equity)
|
a. Distribusi
pendapatan (Gini rasio, structural)
b. Ketenagakerjaan/
pengangguran (terbuka, terselubung, setengah)
c. Kemiskinan
(Good-service ratio, garis
kemiskinan, % konsumsi makanan)
d. Keseimbangan
wilayah (spasial, central, capital, dan
sector balance)
|
|
|
3. Keberlanjutan
(Sustainability)
|
a. Dimensi
Lingkungan
b. Dimensi
ekonomi
c. Dimensi
social
|
|
|
Sumberdaya
|
1. Sumber
daya manusia
|
a. Pengetahuan
b. Keterampilan
c. Kompetensi
d. Etos
kerja/ social
e. Pendapatan/
produktivitas
f.
Kesehatan
g. Indeks
pembangunan manusia (IPM)
|
|
2. Sumber
daya alam
|
a. Tekanan
b. Dampak
c. Degradasi
|
|
|
3. Sumber
daya buatan/ sarana dan prasarana
|
a. Skalogram
fasilitas pelayanan
b. Aksesibilitas
terhadap fasilitas
|
|
|
4. Sumber
daya social (social capital)
|
a. Regulasi/aturan
adat/budaya (norm)
b. Organisasi
(network)
c. Rasa
percaya (trust)
|
|
|
Proses
Pembangunan
|
1. Input
2. Proses/ implementasi
3. Output
4. Outcome
5. Benefit
6. impact
|
a. input
dasar (SDA, SDM, Infrastruktur, SDSosial)
b. Input
antara, transparansi, efisiensi manajemen, tingkat partisipasi masyarakat/ stakeholders
c. Total
volume produksi
|
Kamis, 26 Januari 2017
Senin, 23 Januari 2017
Senin, 19 Desember 2016
KHUTBAH JUM’AT; AL-QUR’AN SEBAGAI TEMPAT KEMBALI
Oleh
Dodo
Kurniawan, SE., ME.
Mesjid
Subulussalam Desa Matua
Desember 2016
Hadirin sidang Jum’at yang berbahagia
Pertama
dan paling utama, marilah kita panjatkan puji dan syukur kita kehadiran
Allah SWT atas segala nikmat kesehatan,
kesempatan dan sekaligus nikmat Islam dan Iman sehingga kita sebagai ummat Islam
bisa menjalankan ibadah sholat Jum’at berjama’ah
Sholawat
dan salam kita senantiasa bacakan kepada Nabi Muhammad yang sepanjang hayatnya
gigih berjuang mengorbankan jiwa, raga, harta dan bendanya hanya untuk
menegakkan agama Islam. Agama yang membawa rahmat bagi seluruh alam raya ini.
Khotib
berwasiat kepada Jama’ah Jum’at sekalian, terutama pada diri khotib pribadi dan
keluarga, marilah kita senantiasa meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita
kepada Allah SWT dengan cara menjalankan segala perintahnya dan menjauhi segala
larangannya sesuia tingkat keimanan dan ketaqwaan kita masing-masing dan
dilakukan secara bertahap serta terus menerus dengan istiqomah (konsisten).
Hadirin sidang Jum’at yang dimuliakan
Allah
Adapun judul khutbah pada
jum’at tanggal 23 Desember 2016 yakni Al-Qur’an
sebagai Tempat Kembali.
Allah SWT. Berfirman.
9. Sesungguhnya Al Quran ini memberikan petunjuk kepada (jalan)
yang lebih Lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang Mu'min yang
mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar,
Dasar utama syariat Islam
yang dibawah oleh Nabi Muhammad SAW. Ialah Al-Qur’an. Nabi Muhammad SAW.
Memimpin umatnya menuju ksempurnaan hidup lahir dan batin, dunia dan akhirat
juga dengan Al-Qur’an. Bahkan dengan senjata Al-Qur’an itulah, Nabi Muhammad
SAW. Berhasil mengangkat derajat umatnya dari lembah kehinaan dan kesengsaraan
yang disebabkan keadaan moral manusia pada waktu itu sudah sangat bejat atau
penyakit krisis akhlak. Namun dengan bimbingan Al-Qur’an, penyakit akhlak ini
dapat terobati sehingga umat Nabi Mumahammad SAW. Dapat berbalik menjadi umat
yang terhormat, memiliki kepribadian luhur, dan tahu akan hak dan kewajiban
dalam hidup ini.
Dari lembaran sejarah
perkembangan umat Islam pada zaman Nabi Muhammad SAW. Dan pada masa-masa
keemasan Islam ketika mengalami kemajuan yang sangat pesat dan mengalami
kejayaan yang begitu hebat, terbukti bahwa semua itu karena mereka benar-benar
memegang teguh ajaran Al-Qur’an, sangat mengagumi Al-Qur’an, menjunjung tinggi
perintah Allah SWT., dan mengamalkannya dengan sungguh-sungguh. Begitu hebatnya
Al-Qur’an dalam melambangkan kesucian, kebenaran dan keadilan dalam kehidupan
umat manusia sehingga pada zaman itu Al-Qur’an benar-benar merupakan pelita
yang tak junjung padam bagi umat Islam, yang selalu menyinari perjuangan kaum
muslimin menuju arah jalan hidup yang benar di mana pun juga. Firman Allah,
seperti ayat 9 surat al-Isra’ mengisaratkan hal itu.
Betapa pun hebatnya umat
Islam pada zaman itu dalam mencari kemajuan dunia dengan sehebat-hebatnya,
mereka tak pernah meninggalkan Al-Qur’an sedikit pun. Suara seruan dan cahaya
Al-Qur’an dapat menembus hati mereka hingga kecintaan umat Islam terhadap
Al-Qur’an pada zaman itu telah mendarah daging. Jiwa mereka menjadi tentram,
hati mereka merasa terobati, pikiran mereka menjadi tenang karena pentunjuk-petunjuk
Al-Qur’an.
Besarnya perhatian umat
Islam pada zaman Nabi Muhammad SAW.terhadap Al-Qur’an terbukti dengan banyaknya
para sahabat yang hafal Al-Qur’an dan menjadikannya sebagai alat menghubungkan
diri dengan dengan Allah SWT. Untuk
mencari ketentraman hidup. Para sahabat bukan hanya sekedar menghafal bacaan
Al-Qur’an, tetapi betul-betul memahami isinya, rahasia hikamh yang terkandung
di dalamnya.
Dari lembaran sejarah
pula, kita dapat mengetahui bahwa di antara factor-faktor yang menyebabkan kaum
muslimin mengalami kemunduran, bahkan keadaan rohani mereka makin lama makin
merosot, di antaranya adalah karena makin lama mereka makin jauh dari
Al-Qur’an. Kecintaan seorang muslim terhadap Al-Qur’an makin berkurang dan
amal-amal mereka banyak yang tidak sesuai dengan ajaran Al-Qur’an.
Suasana rumah tangga pun
menjadi muram dan suram karena tidak pernah mendapat sinar cahaya dari
Al-Qur’an. Dalam rumah mereka pernah terdengar lagi suara Al-Qur’an. Yang ada
hanya suar nafsu, suara hati yang selalu tunduk dibawah bujukan setan sehingga
jiwanya tak pernah merasa tentram. Kehidupan mereka menjadi terlepas dari
pertolongan Allah SWT. Karena tidak ada lagi tali yang menghubungkan dirinya
dengan Allah, yaitu Al-Qur’anul Karim.
82. dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar
dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada
orang-orang yang zalim selain kerugian.
Menyikapi perubahan pola
hidup umat Islam, Abu Bakar pernah menyampaikan sebuah sinyalemen sekaligus
nasihat kepada sahabat yang lain, “kelak
akan kalian saksikan kepemimpinan seorang pemimpin yang berkuasa secara
dictator dan otoriter. Akibatnya, kondisi rakyat saat itu terpecah- belah dan
banyak darah yang mengalir sia-sia disebabkan banyaknya pertentangan serta
pertikaian di antara mereka. Kemudian kebatilan pun semakin menjadi-jadi
padahal ahli kebenaran berada di tengah-tengahnya, tetapi pada kenyataannya
tidak mempunyai pengaruh sama sekali, lalu seakan-akan norma kebaikan menjadi
hilang”.
Andaikan kondisinya
seperti itu, Abu Bakar pun melanjutkan pernyataannya sebagi solusi untuk
mengatasi keadaan yang dihadapi umat saat itu, ”Hendaklah mereka kembali ke Masjid serta sebarkan Al-Qur’an dan
berpegang teguhlah padanya.”
Kalau kita mencermati, pernyataan
yang dikutib dari kitab Atsar Shahabah itu benar-benar terbukti. Sinyalemen
tersebut dapat dilihat dari sejarah perjalanan umat Islam, mulai dari
kepemimpinan Mu’awiyah hingga umat Islam terpecah-belah dan tersebar di
berbagai Negara. Penyebab utamanya adalah ketidakmampiun sekaligus sikap arogan
para pemimpinnya sehingga kelemahan yang ada dalam umat yang dipimpinnya tidak
pernah diperbaiki. (contoh Negara Islam di timur tengah Surya, Irak, Tunesia,
dll).
Di Negara kita sendiri,
fenomena yang muncul di masyarakat, yaitu adanya perang sudara dengan isu-isu
sara yang tak pernah berkesudahan, serta yang paling mengecewakan adalah
terjadinya perpecahan di tubuh umat Islam itu sendiri karena memperjuangkan
idealism tokohnya masing-masing. Di sisi lain para tokoh agama dan
lembaga-lembaga keagamaan, baik swasta maupun yang dibiayai oleh Negara, terus
menyebarkan nilai-nilai kebenaran, tetapi kenyataannya tidak pernah memberikan
bekas pada kehidupan ini. Perjudian, perzinaan, dan mabuk-mabukkan serta
berbagai penyimbangan hidup lainnya semakin merajalela di tanah air kita ini
bahkan terjadi di daerah kita dan yang lebih memprihatinkan lagi terjadi di
lingkungan kita tercinta ini.
Selain itu pula, keadaan
politik, ekonomi, social, budaya dan pendidikan semakin terpuruk kelembah
juruang kehancuran. Rakyat kecil menderita karena semakin timpangnya
kesenjangan antara si Miskin dan si Kaya, moralitas pemuda menjadi rusak, dan
anak-anak kehilangan masa depan, tak lagi ceria menatap hari esoknya sebab
menjadi korban konflik yang tak berkesudahan, dan tentu saja perekonomian pun
menjadi terburuk.
Apabila keadaan sudah
carut marut seperti ini, nasihat Abu Bakar di atas memberikan dua solusi kepada
kita.
Solusi Pertama adalah
kembali ke Masjid. Maksudnya, tidak sekedar memakmurkan masjid secara fisik
saja, melainkan yang terpenting membangun nilai-nilai masjid kedalam kehidupan
ini. Sebab sholat berjamaah yang dilakukan di masjid mempunyai makna filofosi
yang sangat dalam, yaitu bermakna kebersamaan. Nilai-nilai tersebut sangat
penting artinya dikala bangsa dan daerah serta lingkungan kita sedang mengalami
pertentangan.
Hal ini sesuai dengan
Hadis Rasulullah SAW.
“Sholat Jama’ah adalah rahmat dan dia lebih baik dari dunia dan isinya.
Jama’ah adalah rahmat, bercerai berai adalah siksa.”
Maka peribahasa yang
mengatakan, Bersatu kita teguh dan bercerai kita runtuh” mengamanatkan kepada kita
bahwa kita harus selalu menjaga persatuan dan kesatuan. Tak terbayangkan jika
bangsa, daerah dan lingkungan kita ini satu sama lain tidak lagi menjaga
nilai-nilai kebersamaan.
Kemudian makna filosofi
kedua dari sholat berjamaah adalah pendidikan diri agar rendah ahti. Hal
tersebut dicerminkan dari takbir yang pertama ketika hendak sholat yang
merupakan gambaran kepasrahan totalitas jiwa kita kepada Allah SWT. Bahwa diri
ini lemah dan kecil, tidak ada yang paling angung, melainkan Allah SWT. Jika
nilai-nilai takbir ini terwujud oleh setiap anak bangsa, niscaya tidak ada lagi
sifat orogansi para elit politik, satu golongan dengan golongan lainnya, dan
suku satu dengan lainnya,
Makna selanjutnya adalah
kepedulian sosial. Makna tersebut diisyaratkan dalam salam terakhir sebagai
penutup sholat. Salam yang kita lontarkan ke samping kanan dan kiri
mengamanatkan bahwa kita harus selalu memperhatikan nasib mereka yang ada
disekeliling kita karena salam berarti kesejahteraan. Di saat krisis
multidimensional ini diperlukan sikap peduli antara sesame. Terutama musibah yang tengah melanda negeri kita atau
saudara-saudara kita di Aceh.
Solusi Kedua adalah kembali pada
Al-Qur’an. Maksudnya, merealisasikan nilai-nilai Al-Qur’an ke dalam kehidupan
sehari-hari. Bahasa kenyataanya harus lebih fasih daripada bahasa bacaannya
lantaran ia merupakan pegangan hidup bagi umat manusia, sekaligus pembeda
antara hak (benar) dan yang Batil (Salah) (minal
huda wal furqaan), seperti yang tercantun dalam surat Al-Baqarah.
184. (yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka Barangsiapa
diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), Maka
(wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari
yang lain. dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka
tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi Makan seorang miskin.
Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan[114], Maka Itulah
yang lebih baik baginya. dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.
Sejalan dengan itu,
Rasulullah SAW. Pun pernah memberikan wasiat kepada kita tatkal akan wafat,
yaitu, “Kutinggalkan untuk kalian dua
perkara. Jika kalian berpegang teguh kepada dua perkara tersebut, kalian tidak
akan tersesat selama-lamanya, yaitu Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah” (H.R.
Bukhari).
Untuk itu, perlu
ditanamkan nilai-nilai Qur’ani di dalam hidup ini supaya kita semua senantiasa
tidak tersesat.
Demikian isi Khutbah yang
dapat saya sampaikan. Semoga kita dapat menjadikan Al-Qur’an dan Sunnah
Rasulullah sebagai pedoman dan petunjuk dalam menjalani hidup dan kehidupan di
sisah umur kita ini.
PRODUKTIVITAS: PERANAN DAN FAKTOR -FAKTOR PENENTUANNYA
Menjelaskan
lebarnya kesenjangan dalam standar hidup setiap Negara di dunia, di satu pihak,
sangatlah mudah. Seperti yang akan kita lihat, penjelasan tersebut dapat
disimpulkan dalam satu kata, yaitu Produktivitas. namun dilihat dari sudut pandang yang berbeda, dalam cakupan internasional,
hal ini tidaklah sesederhana itu. Untuk menjelaskan mengapa tingkat pendapatan
suatu Negara lebih tinggi daripada Negara lain, kita harus memperhatikan faktor-faktor
yang menentukan produktivitas suatu Negara.
Mengapa
Produktivitas sangat penting?
Mari
kita mulai pembahasan tentang produktivitas dan pertumbuhan ekonomi dengan
membuat model sederhana berpatokan secara bebas pada novel terkenal Daniel
Defoe yang berjudul Robinson crusoe. Robinson
crusoe , yang kita kenal, adalah seorang pelaut yang terdampar disebuah pulau
terpencil. Karena Crusoe hidup sendiri sehingga dia harus menangkap ikan,
menanam sayur, dan membuat pakaian untuk keperluannya sendiri. Kita anggap
kegiatang yang dilakukan oleh Crusoe
–produksi dan konsumsi ikan, sayur serta pakaian-sebagai bentuk kegiatan
ekonomi sederhana. Membahas kegiatan ekonomi Crusoe tersebut dapat kita ambil
beberapa pelajaran yang nantinya dapat diaplikasikan dalam kegiatan ekonomi
yang lebih kompleks dan nyata.
Apa
yang mempengaruhi standar hidup Crusoe? Jawabannya jelas, jika Crusoe adalah
seorang ahli menangkap ikan, menanam sayur, dan menjahit pakaian maka dia akan
hidup sejahtera. Jika sebaliknya dia
tidak pandai melakukan kegiatan tersebut, hidupnya akan sengsara. Jadi, standar
hidupnya tergantung pada kemampuan produktivitas karena Crusoe hanya dapat
mengkonsumsi apa yang dia hasilkan sendiri.
Istilah
produktivitas merujuk pada banyaknya
barang atau jasa yang dihasilkan oleh seorang pekerja setiap jam kerjanya. Pada
kasus kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh Crusoe, mudah dilihat bahwa
produktivitas adalah kunci yang menentukan standar hidup dan meningkatnya
produktivitas akan mengakibatkan perubahan standar hidup menjadi lebih baik.
Semakin dapat banyak ikan yang ditangkap oleh Crusoe per jamnya maka semakin
banyak ikan yang dia makan. Jika Crusoe dapat menemukan tempat yang lebih baik
untuk menangkap ikan maka produktivitasnya akan meningkat. Bertambahnya produktivitas
ini mengubah kondisinya menjadi lebih baik: dia dapat makan ikan lebih banyak
atau dia dapat melakukan kegiatan lain yang menyenangkan karena waktunya tidak
dihabiskan untuk menangkap ikan.
Peran
kunci produktivitas dalam menentukan tingkat standar hidup yang berlaku pada sebuah Negara sama halnya
seperti pada seorang pelaut. Lihat kembali bahwa Produk Domestik Bruto (PDB)
perekonomian suatu negara mengukur dua hal sekaligus, yaitu total pendapatan
yang diperoleh setiap penduduk dalam kegiatan ekonomi dan total biaya yang
dikeluarkan untuk menghasilkan barang dan jasa. Alas an mengapa PDB dapat
mengukur kedua hal tersebut secara simultan (bersamaan) adalah bahwa kegiatan
ekonomi merupakan suatu kesatuan utuh yang harus seimbang atau dengan kata lain
pendapatan sama dengan pengeluaran.
Seperti
Crusoe, sebuah Negara dapat menikmati tingkat standar hidup yang tinggi hanya
jika Negara tersebut dapat memproduksi barang dan jasa dalam jumlah yang
banyak. Penduduk Jepang hidup lebih baik daripada penduduk Indonesia karena
pekerja Jepang lebih produktif dari pekerja Indonesia karena pekerja Jepang
lebih dapat meningkatkan produktivitasnya. Jadi benar, salah satu dari Sepuluh
prinsip ekonomi mengatakan bahwa tingkat standar hidup suatu Negara tergantung kemampuannya
untuk memproduksi barang dan jasa.
Oleh
karena itu, untuk dapat memahami jurang perbedaan standar hidup yang kita lihat
di seluruh dunia setiap saat. Kita harus memfokuskan pembahasan kegiatan
produksi barang dan jasa suatu Negara. Namun, memahami hubungan antar tingkat
standar hidup dengan produktivitas hanyalah langkah pertama. Hal ini secara
alamiah akan menuntun kita pada pertanyaan berikut. Yaitu Mengapa suatu Negara
lebih baik dalam produksi atau menghasilkan barang dan jasa dibandingkan dengan
Negara lain?.
Bagaimana Produktivitas Ditentukan?
Walaupun
produktvitas secara unik penting dalam menentukan standar hidup Robinson
Crusoe, banyak factor yang menentukan produktivitas Crosoe. Sebagai contoh,
Crosoe akan menangkap ikan dengan lebih baik apabila dia mempunyai banyak
kelengkapan alat pancing, dia memiliki keahlian memancing, dan jika dia dapat
menciptakan umpan yang llebih baik, atau dia terdampar di pulau yang banyak
ikannya. Setiap factor yang menentukan produktivitas Crusoe-dapat kita sebut
sebagai modal fisik, modal manusia, sumber daya alam, dan wawasan
teknologi-mempunyai padanan dalam kegiatan ekonomi nyata dan dalam konteks yang
lebih kompleks. Mari kita bahas satu persatu keempat factor tersebut.
1.
Modal
Fisik
Pekerja akan lebih produktif jika dia
memiliki peralatan yang membantu pekerjaanya. Kelengkapan peralatan dan
struktur yang dipakai dalam kegiatan memproduksi barang dan jasa disebut dengan
modal fisik (physical capital), atau
hanya disebut modal. Sebagai contoh, mesin bor, dan lain-lain. Semakin banyak
dan lengkap peralatan untuk membuat pekerjaan maka semakin cepat dan hasilnya
semakin baik. Dapat dikatakan bahwa seorang tukang kayu yang hanya mengandalkan
peralatan sederhana akan menghasilakan lebih sedikit furniture pada setiap
minggunya daripada tukang kayu yang menggunakan peralatan khusus dan canggih.
Input yang digunakan untuk menghasilkan
barang dan jasa-tenaga kerja, modal, dan lain-lain disebut dengan factor-faktor
produksi. Modal adalah bagian yang penting dalam menghasilkan factor-faktor
produksi lainnya. Jadi, modal adalah input pada sebuah proses produksi yang
merupakan output suatu proses produksi sebelumnya. Tukang kayu menggunakan
mesin bubut untuk membuat kaki meja. Sebelumnya mesin bubut itu sendiri
merupakan hasil proses produksi perusahaan yang membuat mesin bubut. Pabrik mesin
bubut menggunakan peralatan lainnya untuk membuat produknya tersebut. Dengan demikian,
modal adalah sebuah factor produksi yang digunakan untuk menghasilkan segala
jenis barang dan jasa, termaksud modal yang akan digunakan untuk kegiatan
produksi selanjutnya.
2.
Modal
Manusia
Factor penentu produktivitas yang kedua
adalah modal manusia (human capital), istilah dalam ekonomi
untuk pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh pekerja melalui pendidikan,
pelatihan, dan pengalaman. Modal manusia termaksud kecakapan yang dibentuk
mulai masa kanak-kanak, sekolah, universitas, dan balai pelatihan kerja
termaksud orang dewasa yang sudah termaksud angkatan kerja.
Walaupun pendidikan, pelatihan dan pengalaman
lebih bersifat abstrak dibandingkan dengan mesin bubut, bulldozer, dan bangunan, modal manusia memeliki beberapa kesamaan dengan
modal fisik. Seperti halnya modal fisik, modal manusia juga meningkatkan
kemampuan sebuah Negara untuk memproduksi barang dan jasa. Untuk menghasilakn modal
manusia dibutuhkan masukan seperti guru, perpustakaan, dan waktu pembelajaran
yang dihabiskan oleh seorang pelajar. Benar juga bahwa seorang pelajar dapat
dianggap “pekerja” yang mempunyai tugas penting menghasilkan modal manusia yang
akan berperan dalam kegiatan produksi pada masa mendatang.
3.
Sumber
Daya Alam
Factor penentu produktivitas yang ketiga
adalah sumber daya alam (natural resources). Sumber daya alam merupakan masukan
dalam kegiatan produksi yang disediakan oleh alam, seperti tanah, sungai dan
kandungan mineral. sumber daya alam dapat dikelompokan kedalam dua golongan
besar, yaitu dapat diperbaharui dan tidak dapat diperbaharui. Hutan merupakan sumber
daya alam yang dapat diperbaharui. Jika sebuah pohon ditebang, bibit dapat
ditanam ditempat tersebut untuk dimanfaatkan dimasa mendatang. Minyak merupakan
contoh sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui; sebab minyak bumi
dihasilkan oleh alam melalui proses jutaan tahun sehingga persediannya
terbatas. Jika persedian habis maka hampir mustahil untuk membuatnya lagi.
Perbedaan sifat sumber daya alam ini
menyebabkan perbedaan dalam tingkat standar hidup diberbagai Negara di dunia. Sejarah
keberhasilan Malaysia disebabkan oleh sebagian besar tanahnya yang subur
sehingga cocok untuk pertanian. Negara di timur tengah, seperti Kuwait dan arab
Saudi menjadi Negara kaya saat ini hanya karena mereka berada diatas kolam
minyak terbesar didunia.
Walaupun
dapat menjadi sangat penting, sumber daya alam bukanlah sesuatu yang wajib bagi
perekonomian untuk menjadi sangat produktif dalam menghasilkan barang dan jasa.
Sebagai
contoh, singapura, hongkong dan jepang adalah beberapa Negara kaya di dunia,
tetapi tidak mempunyai sumber daya alam yang melimpah. Perdagang internasional
yang membuat Negara-negara tersebut sukses. Mereka mengimpor banyak sumber daya
alam yang dibutuhkan, seperti minyak dan mengekspor barang olahan atau menjual
jasa kepada Negara yang kaya dengan sumber daya alam.
4.
Penguasaan
Ilmu Pengetahun dan Teknologi
Factor keempat yang menentukan produktivitas
adalah penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) pemahaman tentang
cara-cara terbaik untuk memproduksi barang dan jasa. Lima puluh tahun yang
lalu, sebagain besar penduduk Thailand bercocok tanam karena teknologi untuk
bercocok tanam membutuhkan banyak pekerja guna menghasilkan pangan yang
dibutuhkan oleh seluruh penduduk. Ketika terjadio perkembangan teknologi
pertanian, hanya dibutuhkan sedikit tenaga kerja untuk dapat menghasilkan pangan
dalam jumlah yang sama banyak. Merubahan teknologi ini membuat sebagian
penduduk dapat memproduksi barang dan jasa lain.
Penguasaan teknologi memiliki banyak bentuk,
beberapa teknologi bersifat pengetahuan umum- setelah teknologi ini digunakan
oleh seseorang, setiap orang kemudian menggunakannya, sebagai contoh, ketika
Henry Fort berhasil meningkatkan produksi dengan menggunakan sistem lini
perakitan modil di amerika serikat, pembuat modil lain mengikutinya. Teknologi lain
sifatnya tertutup milik pribadi-teknologi ini hanya diketahui oleh perusahaan
yang menciptakannya. Hanya perusahaan cocala yang mengetahui teknologi rasia
resep untuk membuat minuman ringannya. Ada juga teknologi yang sifatnya tertup
sementara waktu, ketika sebuah perusahaan farmasi menemukan jenis obat baru, sistem
paten memberikan hak sementara bagi perusahaan tersebut untuk merahasiakannya,
jika waktu patennya habis maka perusahaan laiinya dapat membuata obat yang
jenisnya sama. Semua bentuk sifat penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi ini
memiliki peran penting dalam kegiatan ekonomi produksi barang dan jasa.
Sangat perlu untuk dipahami perbedaan antara
penguasaan iptek dengan modal manusia walaupun keduanya berhubungan erat,
tetapi ada perbedaan penting. Penguasaan iptek merujuk pada pemahaman
masyarakat tentang bagaimana sesuatu bekerja.
Modal manusia merujuk pada sumber daya yang diharapkan mentransformasikan
pemahaman tersebut pada angkatan kerja. Dengan kata lain, jika di ibaratkan
buku maka ilmu pengetahuan adalah kualitas isi dari sebuah buku, sedangkan
modal manusia adalah banyaknya waktu yang digunakan seseorang untuk membaca
buku tersebut. Produkltivitas pekerja tergantung kepada kedua hal tersebut,
baik kualitas isis buku yang tersedia maupun jumalh waktu yang digunakan oleh
merekla untuk mempelajarinya.
Sumber
Rujukan. Mankiw, dkk. 2014. Principles of Economics an Asia Edition-Volome 2.
Salemba Empat. Jakarta.
Ikuti artikel selanjutnya; Topik “Pertumbuhan
Ekonomi dan Kebijakan Publik”.
APAKAH SUMBER DAYA ALAM MEMBATASI PERTUMBUHAN?
Populasi
penduduk dunia saat ini lebih banyak dibandingkan seabad yang lalu dan banyak
penduduk yang menikmati standar hidup yang lebih tinggi daripada zaman dahulu.
Perdebatan panjang masih berlangsung tentang apakah pertumbuhan populasi dan
standar hidup ini dapat terus berlanjut pada masa yang akan datang.
Banyak
pengamat beranggapan bahwa sumber daya alam membatasi pertumbuhan ekonomi
dunia. Awalnya, pendapat masuk akal ini sulit ditentang. Jika dunia memiliki
keterbatasan persedian sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui,
bagaimana mungkin populasi, produksi, dan standar hidup dapat terus bertambah
sepanjang waktu? Pada akhirnya, tidakah persediaan minyak dan mineral pada
akhirnya akan habis? Jika hal ini terjadi, apakah
pertumbuhan ekonomi akan terhenti dan, mungkin, memaksa turunyan tingkat
standar hidup?.
Walaupun
muncul pendapat seperti itu, sebagian besar ekonom memandang rendahnya batasan
yang dimunculkan akibat keterbatasan sumber daya ekonomi. Mereka berpendapat
bahwa kemajuan teknologi seringkali
menemukan jalan keluar untuk mengatasi keterbatasan tersebut. Jika kita
bandingkan kondisi perekonomian saat ini dengan keadaan pada masa lalu, kita
melihat bahwa ada perkembangan cara dalam penggunaan sumber daya alam. Mobil
modern lebih hemat bahan bakar. Rumah model baru mempunyai penyekatan yang
lebih baik dan membutuhkan lebih sedikit energi untuk memanaskan dan
mendinginkannya. Banyak kilang minyak yang dapat menghasilkan lebih sedikit limbah
dalam proses pengolahannya. Proses daur ulang menjadikan beberapa jenis sumber
daya alam yang tidak dapat diperbaharui dapat digunakan ulang. Pengembangan
bahan bakar alternative, seperti penggunaan bioetanol dari pada petrol,
menyebabkan kita beralih menggunakan sumber daya alam yang dapat diperbaharui.
Lima
puluh tahun yang lalu, beberapa ahli yang konservatif menghawatirkan akibat
penggunaan timah dan tembaga. Seiring berjalannya waktu sumber daya alam ini
menjadi komoditas yang berharga; timah digunakan untuk membungkus makanan dan
tembaga dipakai untuk membuat kabel telepon. Beberapa ahli membuat peraturan
daur ulang serta pembatasan penggunaan timah dan tembaga sehingga persediaanya
masih ada bagi generasi yang akan datang. Saat ini, bagaimanapun, plastic telah
menggatikan timah sebagai bahan untuk membuat banyak tempat makanan, jaringan
telepon lebih banyak menggunakan kabel serat datar fiber optic, yang dibuat
dari pasir. Kemajuan teknologi telah
membuat sumber daya alam yang dahulunya penting menjadi lebih tidak dibutuhkan.
Namun,
apakah semua usaha ini cukup untuk menjaga kelangsungan pertumbuhan ekonomi?
Salah satu cara untuk menjawab pertanyaan ini adalah dengan melihat harga dari
sumber daya alam. Di pasar ekonomi, kelangkaan direfleksikan pada harga pasar.
Jika dunia kehabisan sumber daya alam maka kemudian harga sumber daya alam
tersebut akan naik seiring berjalannya waktu, tetapi pada kenyataan, sering
kali yang terjadi justru sebaliknya. Harga sebagian besar sumber daya alam
(disesuaikan dengan inflasi secara keseluruhan) cenderung stabil atau turun.
Tampaknya, kamampuan kita untuk menghemat sumber daya alam ini berkembang lebih
pesat dibandingkan dengan berkurang persediaan. Harga pasar tidak diberikan alasan
untuk mempercayai pendapat yang mengatakan bahwa sumber daya alam membatasi
pertumbuhan ekonomi.
Sumber
Rujukan. Mankiw, dkk. 2014. Principles of Economics an Asia Edition-Volome 2.
Salemba Empat. Jakarta.
Ikuti artikel selanjutnya; Topik “Produktivitas:
Peranan dan Faktor-faktor Penentunya”.
Selasa, 29 November 2016
SDM berkarakter syariah
Ada tiga dimensi didalam islam yaitu aqidah, syariah dan akhlak. Ketiga dimensi ini tidak bisa dipisahkan satu dengan yang lainnya bagi seorang muslim agar dapat dikatakan sebagai muslim yang “Kaffah”. Inspirasi dari ketiga dimensi tersebut berasal dari Firman Allah didalam QS 14:24 yang menunjukkan bahwa aqidah dapat diisyaratkan sebagai akar sebuah pohon yang menghujam jauh kedalam bumi sehingga bangunan pohon akan kuat tegak berdiri, sedangkan batang pohon yang menjulang tinggi kelangit adalah syariah serta daun dan buah dari pohon yang begitu lebat adalah akhlak yang mulia.
Berangkat dari pemikiran tersebut maka jika bicara mengenai kriteria SDM (sumber daya manusia) didalam islam maka itu berarti menggambarkan kriteria manusia yang kaffah dan diibaratkan seperti sebuah pohon yang kokoh sebagaimana digambarkan diatas.
Persoalan SDM ini penting dikedepankan mengingat pertumbuhan bisnis syariah yang cukup pesat dan melebar dengan berbagai aspek bisnis sehingga sangat wajar jika kebutuhan akan jumlah tenaga kerja dalam bisnis syariah-pun terus meningkat, namun disadari bahwa kebutuhan akan tenaga kerja yang ‘Kaffah” tentu tidak mudah dapat terpenuhi sebagaimana percepatan pertumbuhan bisnis syariah.
Hal ini menjadi persoalan bagi pemangku kepentingan yang bergerak dalam bisnis syariah karena disadari bahwa sumber daya manusia yang ada belum tentu kaffah, apalagi SDM yang selama ini bergerak dalam bidang bisnis syariah banyak yang berasal dari SDM yang beraktivitas dalam bisnis non syariah dan kemudian “dibajak” untuk hijrah ke bisnis syariah hanya untuk memenuhi kebutuhan akan tenaga kerja. Persoalan tentang pengetahuan/ketrampilan dalam pekerjaan tentu akan sangat mudah dipelajari misalnya dalam bentuk mengikuti berbagai pelatihan, namun melahirkan seorang pekerja yang kaffah tentu tidaklah mudah.
Oleh karena itu, perlu penekanan dalam aspek tertentu untuk melahirkan pekerja yang memiliki ruh islam kaffah (jika belum mampu kaffah), untuk itulah diperlukan perioritas pembangunan karakter islami (menurut istilah Riawan Amin adalah berkarakter yang berkepribadian syariah).
Jika pembentukan karakter dilakukan dengan melakukan penekanan tertentu terlebih dahulu maka pilihannya adalah yang diutamakan dan didahulukan selayaknya penekanan dan penguatan dalam bidang aqidah yaitu untuk memperkuat Aqidah. Kenapa aqidah? Sebagaimana diuraikan diatas bahwa aqidah diibaratkan seperti akar pohon yang mestinya terhujam jauh kedalam bumi. Semakin kuat dan mengakar aqidahnya maka seorang pekerja akan semakin mudah batangnya (syariahnya) menjulang kelangit dan semakin besar kemungkinannya akhlaknya mulia dan memberi manfaat bagi semesta.
Bicara aqidah maka hal tersebut adalah persoalan tauhid (baik tauhid rububiyah/meyakini bahwa Allah adalah sang pencipta, tauhid uluhiyah/meyakini bahwa hanya Allah yang patut disembah dan asma wa sifat), kekuatan dalam masalah aqidah ini akan melahirkan misalnya rasa takut berbuat curang, rasa takut untuk berbuat dzolim terhadap apapun, rasa selalu diawasi oleh Allah dan lain-lain karakter yang positif dan merupakan nilai-nilai mulia yang diakui secara universal). Namun diatas segalanya yang penting adalah, dari aqidah yang lurus akan lahir pribadi-pribadi yang berkarakter mulia dan mencontoh karakter manusia teladan yaitu Nabi Muhammad SAW sebagaimana diisyaratkan didalam Al Quran Surat Ali Imran ayat 31 yang terjemahannya berbunyi : jika engkau mencintai Allah maka ikutilah aku (Muhammad SAW). Wallahu a’lam.
Sumber. http://dosen.perbanas.id/sdm-berkarakter-syariah/
Rabu, 17 Agustus 2016
HUBUNGAN INVESTASI DAN PENDAPATAN ASLI MASYARAKAT (PAM)
HUBUNGAN INVESTASI DAN PENDAPATAN ASLI MASYARAKAT (PAM)
GAMBAR: PERMODELAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT
Tinggi dan Rendahnya Pendapatan Asli Masyarakat sangat ditentukan oleh aktivitas ekonomi masyarakat. untuk memenuhi kebutuhan dan keinginannya masyarakat harus mendapatkan penghasilan (pendapatan). Ketersedian Lapangan Kerja dan Langkahya lapangan kerja akan berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat, dimana untuk memenuhi kebutuhan dan keinginannya masyarakat harus mendapatkan pekerjaan, untuk dapat berkeja diharuskan adanya usaha baru, agar usaha baru dapat dibuka diharus adanya Investasi baru, investasi baru dapat terwujud apabila terjadi peningkatan permintaan atau pasar barang maupun jasa.
untuk meningkatkan Pendapatan Asli Masyarakat, maka yang perlu dilakukan adalah pertama meningkatkan Lowongan Pekerjaan, kedua adanya Pertumbuhan Investasi, dan ketiga mendorong peningkatan Permintaan atau Pasar.
Senin, 25 Juli 2016
M. Nasir: Songsong MEA dengan Peningkatan Kompetensi Pebisnis Pemula Read more at http://ristekdikti.go.id/songsong-mea-dengan-peningkatan-kompetensi-pebisnis-pemula
Serpong – Sukses itu diawali dari yang kecil menjadi yang besar, itulah kiranya pepatah yang biasa digunakan dalam berbisnis.
Dalam rangka mencetak dan menumbuhkan kembangkan perusahaan-perusahaan pemula berbasis teknologi dan menghadapi Masyarakat ekonomi ASEAN (MEA), Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) mengeluarkan instrumen kebijakan berupa program Inkubasi Bisnis Teknologi (IBT), yang telah berjalan sejak tahun 2013. Program IBT Tahun 2016 merupakan program pada Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi (Ditjen PI) melalui Direktorat Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (PPBT).
Menristekdikti Mohamad Nasir yang didampingi oleh Dirjen Penguatan Inovasi Jumain Appe membuka pelatihan program insentif Inkubasi Bisnis Teknologi tahun 2016, minggu (24/7). Dalam pembukaan IBT turut juga hadir Dirjen Belmawa Intan Ahmad, Kepala LPNK, dan para juri program insentif IBT.
Dalam sambutannya, Nasir menyampaikan bahwa Indonesia harus memperbaiki kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan melakukan revolusi mental untuk mendorong semangat berkompetisi agar mampu bertahan ditengah era perdagangan bebas. “Indonesia mau tidak mau harus berusaha memperbaiki kualitas sumber daya manusia. Selain dengan landasan ini, harus juga melakukan revolusi mental untuk mendorong semangat berkompotesi agar mampu bertahan ditengah era perdagangan bebas saat ini,” ujarnya.
Nasir menambahkan kualitas SDM dan inovasi merupakan faktor penentu keberhasilan pembangunan dan kemajuan suatu bangsa.
“Pendidikan dan pelatihan harus bisa diakses oleh warga negara Indonesia, selain itu pendidikan dan pelatihan dituntut untuk mampu menghasilkan SDM yang berdaya saing dan handal sehingga mampu berkontribusi dalam agenda pembangunan nasional,” ucapnya.
Nasir berharap adanya pembekalan pelatihan bagi para inkubator dan tenant ini dapat meningkatkan kemampuan dan keterampilan bagi semua peserta khususnya kepada para tenant yang diharapkan dapat menjadi wirausahawan yang mandiri dan dapat berkontribusi bagi negara.
Program ini adalah skema pendanaan untuk Lembaga Inkubator dan perusahaan pemula berbasis teknologi sebagai tenant dalam melakukan proses inkubasi guna meningkatkan daya saing perusahaan pemula tersebut, sehingga mampu bertahan dan berkembang di pasar domestik ataupun global. Inkubasi bisnis merupakan suatu proses pembinaan, pendamping, dan pengembangan yang dilakukan oleh Inkubator kepada tenantnya.
Pada tahun 2016, terdapat 237 proposal yang mengikuti program IBT 2016. Dari 237 proposal tersebut dilakukan seleksi administratif dan dilanjutkan dengan tahapan presentasi inkubator, dan tenant yang lulus administrasi sebanyak 89 produk/tenant. Hasil akhir dari seleksi presentasi ini didapat 50 produk/tenant untuk diinkubasi.
Pelaksanaan program IBT tahun 2016, Kemenristekdikti bekerjasama dengan Smart Plus Accelerator dan Asosiasi Inkubator Bisnis Indonesia (AIBI)untuk menyelenggarakan program “Pelatihan Inkubator Bisnis Teknologi” dalam rangka mendukung pelaksaan program IBT tahun 2016. Pelatihan ini dilaksanakan selama seminggu pada tanggal 22-27 juli 2016 digedung Techology Business Incubator Center (TBIC), Puspitek Serpong yang diikuti peserta berjumlah 87 orang.
Selama pelatihan, peserta akan memperoleh materi yang mencakup motivasi berwirausaha, konsep dan praktek inkubator bisnis teknologi, pembuatan SOP inkubator bisnis teknologi, pembuatan business plan, strategy pitching, pemasaran, pengelolaan keuangan, dan kemampuan teknis lainnya untuk menunjang pengembangan bisnis. Sehingga, diharapkan kemampuan teknis dan keterampilan para peserta dapat ditingkatkan dan kemudian dapat mencetak wirausaha berbasis teknologi yang mandiri dan berdaya saing. (ans/mji/dzi/wbs)
Minggu, 26 Juni 2016
Selasa, 21 Juni 2016
NILAI AKHIR SEMESTER GENAP STKIP YAPIS DOMPU
SELAMAT ATAS PENCAPAIANNYA, TINGKATKAN TERUS KUALITAS BELAJARNYA. TIADA KATA PUAS DALAM MENUNTUT ILMU.
YANG BELUM LULUS. JADIKAN SEBAGAI CABUK UNTUK TERUS MEMPERBAIKI DIRI. KARENA SESUNGGUHNYA TIDAK ADA ORANG YANG BODOH, YANG ADA ADALAH ORANG-ORANG YANG MALAS DAN MENUNDA-NUNDA PEKERJAAN.
Minggu, 19 Juni 2016
Zakat dan Kontribusinya terhadap Kesejahteraan Masyarakat
Oleh
Dodo Kurniawan, SE., ME.
إنَّ الـحَمْدَ لِلّهِ نَـحْمَدُهُ
وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا
وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ
يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ
لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا
يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا
يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
أَمَّا بَعْدُ
Hadirin
sidang Jum’at yang berbahagia
Dengan semangat imanan wa istisaban pada bulan yang suci
ini, marilah kita panjatkan puji dan syukur kita kehadiran Allah SWT atas segala nikmat kesehatan, kesempatan
dan sekaligus nikmat Islam dan Iman sehingga kita sebagai ummat Islam bisa
menjalankan ibadah puasa setiap tahun dan merasakan betapa nikmatnya hidup ini
dibawah kendali hati dan jiwa yang bersih, bukan dibawah kendali hawa nafsu
yang tidak pernah puas menjajah kita sepanjang tahun kehidupan.
Sholawat dan salam kita senantiasa bacakan kepada Nabi
Muhammad yang sepanjang hayatnya gigih berjuang menegakkan Islam dan
memperkenalkan puasa kepada kita sebagai media pembersihan jiwa yang paling
ampuh dan efektif. Kemudian, pada bulan dan hari yang suci ini, kami mengajak
kita semua untuk terus menerus meningkatkan penghayatan dan introspeksi diri
kita dengan memperbanyak munajat kepada Allah dan merenungkan
kesalahan-kesalahan kita sambil bertekad untuk memperbaiki dan meningkatkan
kebaikan sebagai bentuk ketakwaan kepada Allah SWT.
Hadirin
sidang Jum’at yang dimuliakan Allah
Zakat merupakan salah satu rukun Islam dan pokok agama yang sangat
penting dan strategis dalam Islam. Didalam Al-Qur’an Allah SWT menyebutkan
perintah Zakat sekurang-kurangnya
sebanyak 27 kali. Dan uniknya adalah, perintah zakat muncul bersama, dengan
perintah sholat yang ditujukan untuk membentuk keshalehan individual, sedangkan
perintah zakat ditujukan untuk membentuk keshalehan sosial kemasyarakatan.
Sebagaimana Firman Allah SWT dalam Surat;
Al Baqarah ayat 43
43. dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku'lah
beserta orang-orang yang ruku'[44].
[44]
Yang dimaksud Ialah: shalat berjama'ah dan dapat pula diartikan: tunduklah
kepada perintah-perintah Allah bersama-sama orang-orang yang tunduk.
Dan An Nur Ayat
56
56. dan dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat, dan taatlah
kepada rasul, supaya kamu diberi rahmat.
Hadirin
sidang Jum’at yang berbahagia
Zakat bermakna secara umum sebagai pembersih harta,
sementara shalat bermakna sebagai media berkomunikasi dengan Allah SWT yang
menimbulkan implikasi keshalehan pribadi secara sempurna. Karena itu zakat
merupakan media kamunikasi antar sesama manusia dengan implikasi keshalehan
sosial. Jika kedua perintah tersebut dilaksanakan oleh manusia secara sempurna
(kaffah) sesuai tuntunan Rasulullah
SAW, maka akan tercipta hubungan yang benar antara manusia dengan Allah SWT,
dan antara manusia dengan sesamanya bahkan antara manusia dengan seluruh isi
alam raya termaksud hewan dan tumbuh-tumbuhan.
Hadirin
sidang Jum’at yang dimuliakan Allah
Ketika manusia telah mencapai hubungan yang benar dengan
Allah SWT, yang disertai pula hubungan yang benar dengan sesama manusia dan
seluruh isi alam raya, maka manusia bergeser ketingkat atau derajat yang lebih
tinggi yang disebut takwa. Dan bagi mereka tidak akan lagi ditimpa kehinaan
baik dialam dunia maupun dialam akhirat yang abadi selamanya. Dengan zakat manusia hidup dalam kebaikan, jauh dari
keserahan dan tercipta hidup
tolong-menolong dan selalu terjalin persaudaraan. Allah SWT berfirman dalam
Surat Al-Baqarah Ayat 267
267. Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah)
sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami
keluarkan dari bumi untuk kamu. dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk
lalu kamu menafkahkan daripadanya, Padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya
melainkan dengan memincingkan mata terhadapnya. dan ketahuilah, bahwa Allah
Maha Kaya lagi Maha Terpuji.
Kaum
muslimin dan muslimat jama’ah Jum’at yang berbahagia
Maka tidak mengherankan kalau Khalifah pertama Abubakar
Asshidiq menyatakan perang kepada mereka yang meninggalkan zakat. Karena zakat
adalah kewajiban terhadap harta. Dengan demikian tidak ada jalan lain melainkan
melaksanakan zakat khususnya bagi mereka yang memiliki harta sesuai dengan haul
dan nisabnya (muzakki) dan menjadi
hak bagi mereka yang ditakdirkan sebagai penerima zakat (mustahiq). Sebagaimana Firman Allah SWT dalam Surat Adzzariyat Ayat
19
19. dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang
meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian[1417].
[1417]
Orang miskin yang tidak mendapat bagian Maksudnya ialah orang miskin yang tidak
meminta-minta.
Hadirin
sidang Jum’at yang berbahagia
Rasulullah SAW dalam satu sabdanya menyatakan bahwa:
“Sesungguhnya Allah mewajibkan (Zakat) atas orang-orang kaya dari umat Islam pada
harta mereka dengan batas sesuai kecukupan fukara diantara mereka. Orang-orang
fakir tidak akan kekurangan pada saat mereka lapar atau tidak berbaju kecuali
karena ulah orang-orang kaya diantara
mereka. Ingatlah bahwa Allah akan menghisap mereka dengan pedih”
Hadirin
sidang Jum’at yang dimuliakan Allah
Pada dasarnya kewajiban zakat terpenuhi setelah
syarat-syarat berikut tercapai:
1) Bertauhid sesuai agama yang sempurna, 2) Milik yang sempurna, 3) Harta yang halal yang berarti zat dan sumbernya bukan yang dilarang (haram), 4) Kelebihan dari kebutuhan pokok, 5) Cukup, nisab, 6) Cukul haul
1) Bertauhid sesuai agama yang sempurna, 2) Milik yang sempurna, 3) Harta yang halal yang berarti zat dan sumbernya bukan yang dilarang (haram), 4) Kelebihan dari kebutuhan pokok, 5) Cukup, nisab, 6) Cukul haul
Yang menjadi perhatian pokok
dari uraian ini adalah zakat meliputi;
A. Zakat Fitrah
A. Zakat Fitrah
Zakat Fitrah adalah zakat yang
diwajibkan bagi setiap jiwa yang hidup dikalangan umat Islam, baik bayi,
anak-anak, remaja, dewasa, atau tua, laki-laki maupun perempuan. Pembayaran
zakat fitri dilaksanakan sejak mulai masuknya bulan ramadhan sampai paling
lambat pada waktu pagi sebelum melakukan sholat Ied.
Pembayaran zakat fitrah dapat
dibayarkan dengan bahan makan, seperti beras, dan lain-lain. Adapun banyakna
adalah 1 gantang, atau kira-kira 3,5 liter atau 2,5 kg. dan orang yang berhak
menerimanya adalah, fakir, miskin, pegawai pemungut zakat, mualaf, orang yg
terlilit hutang, orang terlantar dalam perjalanan (ibnu sabil)
B. Zakat Harta (Mal)
1) Zakat penghasilan pekerja profesi, Guru/ Dosen
B. Zakat Harta (Mal)
1) Zakat penghasilan pekerja profesi, Guru/ Dosen
Zakat profesi dapat dibayarkan setelah
terpenuhinya nisab dan haulnya sebanyak 2,5 persen. Zakat ini dikiyaskan oleh
sebagian ulama dengan zakat tanaman yang nisabnya mencapai setara dengan 520 kg
beras.
2) zakat uang simpanan, 3) zakat emas dan perak, 4) zakat investasi, 5) zakat ternak, 6) zakat hadiah, 7) zakat pertanian, dan 8) zakat perdagangan (perniagaan)
2) zakat uang simpanan, 3) zakat emas dan perak, 4) zakat investasi, 5) zakat ternak, 6) zakat hadiah, 7) zakat pertanian, dan 8) zakat perdagangan (perniagaan)
Hadirin
sidang Jum’at yang berbahagia
Pertanyaan
selanjutnya adalah bagaimana kontibusi Zakat dalam mensejahterakan masyarakat?
Secara terminologi syariat Zakat berarti kewajiban atas
sejumlah harta tertentu dalam waktu tertentu dan untuk kelompok tertentu.
Sementara menurut bahasa zakat berarti tumbuh, berkembang dan berkah.
Apabila umut manusia di seantero dunia ini telah
melaksanakan zakat, maka salah satu tugas manusia sebagai khalifah yang
memakmurkan bumi akan menjadi kenyataan yang tak terbantahkan, karena dengan
zakat yang dikeluarkan oleh orang kaya, maka kebutuhan orang miskin akan
terpenuhi, dan hubungan harmonis antara orang kaya dengan orang miskin
membuahkan rasa saling melengkapi, saling menunjang, dan saling menolong dengan
tulus ikhlas semata-mata karena Allah. Orang miskin tertolong kebutuhannya dan
orang kaya tertolong karena terlepas dari malapetaka, akibat keserakahannya,
dan tertolong pula dari segala dampak
buruk akibat kemikinan.
Hadirin
sidang Jum’at yang berbahagia
Secara teoritis dan empiris kontribusi dan makna zakat
bagi kesejahteraan masyarakat adalah
1. Dengan
Zakat dapat Menambah pendapatan negara yang sangat berguna membiayai
proyek-proyek peningkatan mutu sumber daya manusia dan peningkatan pengelolaan
sumber daya alam, dan pembangunan sarana dan prasarana ekonomi, demi
peningkatan kesejahteraan penduduk susuai dengan misi Islam, yaitu menjadi
Rahmat bagi alam semesta dan segala isinya. Hal ini cukup beralasan apabila
dihitung-hitung dari Zakat Fitrah saja untuk Kabupaten Dompu bisa mendapatkan
dana sebesar 5,5 Milliar (220 ribu jiwa x 25 ribu), NTB 112, 5 Milliar (4,5
juta x 25 ribu) dan Indonesia 6,2 Trilliun (250 juta x 25 ribu).
Tantangan
Menurut
Bank Indonesia. Pada tahun 2007 Sumber pembiayaan Negara kita 31,26 persenya
adalah bersumber dari hutang angka ini menurun jika dibandingkan tahun 2003
sebesar 57 persen. Maka membeskan negara kita dari jeratan hutang yang setiap
tahunnya dibebankan untuk membayar Bunga, pada tahun 2016 saja Pemerintah 182 Triliun
dan total utang Indonesia Rp. 3.263,56 Triliun (Bank Dunia, Jepang dan ADB Prancis).
Salah satu solusinya adalah bersumber dari Zakat.
2. Dengan
Zakat dapat Menambah kesejahteraan individual dan meningkatkan kemakmuran
sehingga mampu menurunkan kemiskinan absolut, karena terpenuhinya kebutuhan dasar
atau pokok rumah tangga dan mampu pula memperkecil kesenjangan (gap) antara
individu dengan individu, antara kelompok dengan kelompok. Bahkan antara
wilayah dengan wilayah, dan antara negara dengan negara lainnya. Setiap
kesenjangan yang hasilnya diatasi berarti pula telah mengatasi salah satu
faktor sumber malapetaka kemanusian yang dapat menghancurkan pembangunan
ekonomi suatu negara bahkan mampu memberi dampak positif bagi ekonomi dunia
(global).
Tantangan
Sampai
tahun 2010, ketimpangan di wilayah kota, 40 persen penduduk berpengeluaran
rendah mendapatkan 18 persen pendapatan, 40 persen penduduk berpengeluaran
menengah mendapatkan pendapatan 37 persen, sedangkan 20 persen penduduk
berpengeluaran tinggi mendapatkan pendapatan 45 persen. Kendati ketimpangan
distribusi pendapatan di Indonesia relatif rendah menurut Bank Dunia, namun
ternyata porsi terbesar kue nasional tetap dinikmati oleh 20 persen penduduk
berpendapatan tertinggi dan 40 persen penduduk berpendapatan menengah.
3. Dengan
Zakat dapat Mengkikis sifat-sifat buruk manusia seperti: kikir, serakah, egois,
menonjolkan kepentingan pribadi, dan “homo homini lupus”. Secara umum
sifat-sifat buruk manusia tersebut dapat menimbulkan konsentrasi kepemilikan
harta secara ilegal dan tidak berperikemanusian, sehingga timbol
kelompok-kelompok masyarakat yang sangat berbeda status ekonominya. Dampaknya
adalah kecemburuan sosial, permusuhan dan kehancuran potensi ekonomi dan
potensi kemanusian.
Tantangan
Terjadinya
korupsi yang dilakukan oleh pemerintah baik eksekutif, legeslatif dan yudikatif
adalah cerminan dari sifat serakah yang ingin menimbun dan mengumpulkan harta dengan
cara melawan hukum. Hampir setiap detik, menit, jam, hari dan bulan dilayar TV kita
dihiasi berita korupsi. Dengan mengeluarkan zakat , serakah, egois, dan menonjolkan kepentingan
pribadi dapat terhindarkan.
4. Karena
zakat adalah alat pembersih harta maka harta yang beredar didalam masyarakat
adalah harta yang bersih yang
mendapatkan jaminan Allah SWT pemeliharaannya, pertumbuhannya dan pasti
terhindar dari segala kemudaratan atau bencana (hilang, rusak, kecurian,
terbakar, dan kemusnahan). Maka pembayaran premi asuransi sebagai proteksi
dapat dihemat atau diabaikan (kecuali asuransi syari’ah) yang sifatnya lebih
dekat kepada menolong dan berbuat kebajikan.
Tantangan
Karena
kita tidak mengeluarkan zakat pada harta kita, hampir setiap hari di daerah kita
mengalami kehilangan baik harta, benda dan lain-lain.
5. Zakat
Menjadi pilar pokok pengumpulan dan penggalangan dan umat yang dapat disimpan
di Baitul mal dan dapat dikeluarkan sesuai kebutuhan bagi mereka yang
membutuhkan modal untuk berbisnis yang diperlukan dan dilayani dengan arahan
dan bimbingan syaria’ah, sehingga dapat meningkatkan ekonomi kerakyatan dan
meningkatkan jumlah orang menjadi wajib zakat (muzakki). Maka pengelolaan modal
tersebut perlu pebdekatan yang sifatnya jauh dari sistem ribawi. Dengan harta
pinjaman tersebut mestinya tanpa bunga dengan pengembalian bertahap sesuai
dengan kemampuan. Bahkan jika tidak mampu dikembalikan karena berbagai alasan
yang benar, pinjaman tersebut dihapuskan dan berubah menjadi sedekah.
Tantangan
Berdasarkan
data BPS tahun 2011 jumlah pengangguran mencapai sebesar 6,5 persen atau 7,7 juta orang yang menganggur dari jumlah
angkatan kerja 117, 3 juta sedang bekerja 109,6 juta. menumbuhkan
wirausaha baru yang berbahan baku lokal à
membuka lapangan kerja à
peningkatan pendapatanà
menurunkan jumlah masyarakat miskin.
6. Dengan
Zakat dapat Meningkatkan kesadaran tertinggi bagi umat manusia terhadap
kepemilikan harta, sehingga kewajiban pemilik harta dapat dilaksanakan dengan
sebaik-baiknya. Kesadaran bahwa apa yang dimiliki oleh manusia sesungguhnya
hanyalah titipan Allah SWT dan mampu menjadikan manusia suka kepada amal sosial
ekonomi dengan harta yang dimilikinya. Dengan kata lain apa yang menjadi
kewajibannya dilaksanakan. Maka para pemilik kekayaan telah memberi kontribusi
lahir-bathin yang sangat besar terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat yang
lebih baik.
Zakat merupakan perwujudan sistem ekonomi Islam yang menjadi
salah satu strategi membangun ekonomi dalam masyarakat Islam yang dilakukan
oleh masyarakat atau pemerintah untuk kesejahteraan masyarakat secara adil dan
totalitas. Bukan dengan sistem ekonomi liberal yang meng-agung-agungkan
kepemilikan individual, dan menafikan kepemilikan kolektif dengan memberikan
kebebasan yang tampa batas untuk menimbun harta, sehingga berdampak pada
semakin melebarnya kesejangan. Bukan pula seperti ekonomi sosialis-komunis yang
meng-agungkan kepemilikan negara atau kepemilikan kolektif dengan menafikan
kepemilikan individual, yang memperkaya penguasa dan kroni-kronitnya.
Bacaan
Khutbah Kedua
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَذَا وَمَا
كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللَّهُ لَقَدْ جَاءَتْ رُسُلُ
رَبِّنَا بِالْحَقِّ وَنُودُوا أَنْ تِلْكُمُ الْجَنَّةُ أُورِثْتُمُوهَا بِمَا
كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ
Sambung Do’a sepeti biasanya
Sumber
Rujukan
Abdullah Zaky Al Kaaf, 2002. ekonomi dalam perspektif
Islam, Pustaka, Bandung
Hasan Aedy. 2011. Teori dan aplikasi ekonomi Pembangunan
perspektif islam, Graha Ilmu, Yogyakarta
Ika Yunia dan Abdul Kadir, 2014. Prinsip Dasar Ekonomi
Islam perspektif Maqashid al-Syari’ah, kencana Jakarta
Mudrajat Kuncoro, 2013. Indikator ekonomi, UPP STIM
YKPM, Yogyakarta
https://khotbahjumat.com/mukaddimah-khutbah-jumat
Langganan:
Postingan (Atom)
















